Menjalankan Sunnah Nabi Dalam Kehidupan
Sunnah Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan kehidupan bagi setiap muslim. Dengan mengamalkan sunnah, seorang mukmin bukan hanya menambah pahala, tetapi juga memperbaiki akhlak, ibadah, dan hubungan sosial. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia telah mencintaiku…”
— (HR. Tirmidzi, hasan sahih)
Menghidupkan sunnah berarti meneladani ajaran beliau dalam aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah sehari-hari.
Baca juga: Sunnah Rasulullah yang Mampu Menguatkan Iman Seorang Muslim
Apa Itu Sunnah?
Secara umum sunnah dibagi menjadi:
1. Sunnah Qauliyah (Ucapan Nabi)
Yaitu sabda Nabi ﷺ yang berisi petunjuk, larangan, dan nasihat.
Contoh:
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya…”
— (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis ini menjadi dasar bahwa setiap perbuatan dinilai dari niatnya.
2. Sunnah Fi’liyah (Perbuatan Nabi)
Yaitu apa yang beliau lakukan dan ditiru oleh para sahabat.
Contoh:
Nabi ﷺ melaksanakan shalat berjamaah
— (HR. Bukhari & Muslim)
Ini menunjukkan kuatnya anjuran berjamaah.
3. Sunnah Taqririyah (Persetujuan Nabi)
Yaitu perkara yang dilakukan sahabat lalu dibenarkan oleh Nabi ﷺ.
Contoh: sabda beliau tentang sahabat yang tetap berwudhu setelah makan makanan hangat, dan Nabi tidak mengingkarinya — ini menunjukkan kebolehan.
Penggolongan Sunnah Berdasarkan Tingkat Tekanan
Sunnah Muakkadah (Sunnah yang Sangat Dianjurkan)
Amalan yang hampir tidak pernah ditinggalkan Nabi ﷺ, seperti:
Shalat sunnah dua rakaat sebelum Subuh
“Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
— (HR. Muslim)Shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki
“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”
— (HR. Bukhari & Muslim)
Sunnah Ghairu Muakkadah
Sunnah yang kadang dilakukan Nabi ﷺ, seperti:
Shalat sunnah empat rakaat sebelum Ashar
Puasa Senin–Kamis (lebih bersifat anjuran kuat)
Contoh Sunnah Nabi dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Sunnah dalam Ibadah
Membaca doa sebelum dan sesudah beribadah
Dzikir pagi dan petang
Membaca Al-Qur’an secara rutin
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
— (HR. Bukhari)
Bersiwak / menjaga kebersihan mulut
“Seandainya tidak memberatkan umatku, pasti aku perintahkan mereka bersiwak setiap hendak shalat.”
— (HR. Bukhari & Muslim)
2. Sunnah dalam Akhlak dan Sosial
Senyum dan berkata baik
“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.”
— (HR. Tirmidzi, hasan)Bersikap lembut dan tidak kasar
“Sesungguhnya Allah itu lembut dan mencintai kelembutan.”
— (HR. Muslim)
Berbuat baik kepada keluarga
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
— (HR. Tirmidzi)
Menepati janji dan amanah
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji.”
— (HR. Ahmad, hasan)
3. Sunnah dalam Kehidupan Rumah Tangga
Membantu pekerjaan rumah
Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ membantu keluarganya di rumah (HR. Bukhari).
Bersikap lembut pada istri dan anak
Memberi nafkah dengan cara halal
4. Sunnah dalam Kebiasaan Sehari-hari (Adab)
Beberapa sunnah sederhana yang bisa diamalkan:
Mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai sesuatu
Makan dengan tangan kanan dan tidak berlebihan
“Tidaklah anak Adam memenuhi suatu wadah yang lebih buruk daripada perut…”
— (HR. Tirmidzi, hasan sahih)
Tidur miring ke kanan
Diriwayatkan dalam Sahih Muslim bahwa Nabi ﷺ menganjurkan tidur di sisi kanan.
Masuk rumah/masjid dengan kaki kanan
Menjaga kebersihan tubuh dan pakaian
5. Sunnah Bershalawat kepada Nabi ﷺ
“Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
— (HR. Muslim)
Ini termasuk amalan ringan tapi besar pahalanya.
Inti dari Sunnah Nabi: Akhlak Mulia
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
— (HR. Ahmad, hasan)
Artinya, inti menghidupkan sunnah bukan hanya pada ritual, tetapi membentuk hati yang lembut, jujur, amanah, dan penuh kasih sayang.
Kesimpulan
Mengamalkan sunnah Nabi ﷺ adalah jalan menuju cinta Allah dan keselamatan hidup. Mulailah dari amalan kecil yang bisa konsisten dikerjakan, karena Allah mencintai amalan yang sedikit tetapi terus-menerus dilakukan.
sunnah-nabi-dalam-kehidupan-kita-sehari-hari
















