Syarat Daftar PIP di Medan: Pastikan NISN Siswa Sudah Terdaftar dan Aktif
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Medan.
Program ini bertujuan untuk mendukung siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah dan tidak terkendala biaya pendidikan.
Bagi warga Medan yang ingin mendaftarkan anaknya sebagai penerima PIP, penting untuk memahami syarat dan langkah-langkah pendaftarannya.
Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) harus terdaftar dan aktif di sistem data pendidikan nasional.
Tujuan dan Manfaat Program Indonesia Pintar
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pemerataan akses pendidikan di seluruh daerah.
Melalui bantuan ini, siswa penerima manfaat mendapatkan dana yang bisa digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, membayar uang kegiatan, serta mendukung kebutuhan belajar lainnya.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa PIP bukan hanya bantuan tunai, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang untuk menekan angka putus sekolah.
Dengan adanya bantuan ini, siswa dari keluarga rentan ekonomi memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan formal hingga jenjang menengah atas.
Syarat Pendaftaran PIP di Kota Medan
Untuk dapat mendaftar sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kota Medan, berikut syarat yang perlu dipenuhi oleh siswa dan orang tua:
- Memiliki NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) yang valid dan aktif.
NISN menjadi identitas utama dalam sistem pendidikan nasional. Pastikan data NISN siswa sudah terdaftar dengan benar di sekolah dan sistem Kemendikdasmen. - Terdaftar sebagai peserta didik aktif di sekolah negeri atau swasta di Kota Medan.
Siswa yang telah keluar dari sekolah tidak bisa mendaftar atau menerima bantuan ini. - Terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data DTSEN digunakan pemerintah untuk menentukan kelayakan penerima bantuan berdasarkan kondisi ekonomi keluarga. - Berasal dari keluarga kurang mampu atau rentan miskin.
Keluarga yang tidak memiliki sumber penghasilan tetap atau berpenghasilan rendah memiliki peluang lebih besar untuk menerima bantuan.
Belum pernah menerima bantuan pendidikan lain dalam periode yang sama.
Siswa hanya bisa menerima satu jenis bantuan pendidikan agar penyalurannya lebih merata.
Cara Daftar dan Verifikasi Data Penerima PIP di Medan
Proses pendaftaran PIP bisa dilakukan dengan mudah melalui sekolah masing-masing. Berikut langkah-langkahnya:
- Orang tua atau wali siswa mengajukan permohonan ke pihak sekolah.
Sertakan dokumen seperti fotokopi KTP orang tua, Kartu Keluarga (KK), dan bukti keaktifan siswa di sekolah. - Pihak sekolah memverifikasi dan mengunggah data ke sistem Kemendikdasmen.
Sekolah akan memastikan bahwa data siswa sesuai dengan NISN dan tercantum di sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan). - Kemendikdasmen melakukan seleksi dan penetapan calon penerima.
Setelah diverifikasi, data siswa akan disesuaikan dengan data DTSEN untuk memastikan kelayakan penerima. - Siswa yang lolos akan menerima SK penerima PIP.
Nama penerima dapat dicek melalui situs resmi pip.kemdikdasmen.go.id atau melalui aplikasi PIP. - Dana bantuan dapat dicairkan melalui bank penyalur.
Umumnya pencairan dilakukan melalui Bank BRI atau BNI dengan membawa identitas resmi dan surat keterangan dari sekolah.
Besaran Bantuan PIP 2025
Pada tahun 2025, besar bantuan PIP ditetapkan berdasarkan jenjang pendidikan:
- SD/sederajat: Rp450.000 per tahun
- SMP/sederajat: Rp750.000 per tahun
- SMA/SMK/sederajat: Rp1.000.000 per tahun
Dana tersebut dapat diambil langsung oleh siswa penerima atau orang tua/wali di bank penyalur setelah mendapat pemberitahuan resmi dari sekolah.
Penutup
Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan di seluruh lapisan masyarakat.
Bagi warga Medan, memastikan NISN anak aktif dan data keluarga tercantum dalam DTSEN merupakan kunci utama untuk mendapatkan bantuan ini.
Dengan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, harapan untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan inklusif bisa tercapai.

















