Syarat dan Cara Mendapatkan Sertifikat Halal Produk Makanan dan Minuman
Kesadaran masyarakat muslim terhadap kehalalan produk kian meningkat. Konsumen ingin memastikan bahwa makanan dan minuman yang mereka nikmati benar-benar terjamin kehalalannya dari segi bahan, proses pengolahan, hingga distribusi.
Kondisi ini membuat sertifikat halal menjadi faktor penting bagi pelaku usaha. Tidak hanya menjadi bukti kepatuhan terhadap aturan syariat, tetapi juga meningkatkan daya saing produk di pasar.
Untuk itu, memahami syarat dan prosedur mendapatkan sertifikat halal menjadi langkah strategis bagi setiap pelaku usaha makanan dan minuman.
Syarat Mendapatkan Sertifikat Halal
Untuk memperoleh sertifikat halal, pelaku usaha harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sudah ditetapkan oleh lembaga berwenang. Syarat-syarat ini memastikan bahwa produk yang diajukan benar-benar aman dan sesuai prinsip halal. Adapun syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut :
1. Bahan Baku Halal dan Terverifikasi
Setiap bahan yang digunakan dalam produk harus berasal dari sumber halal. Pelaku usaha wajib memastikan bahwa bahan utama, bahan tambahan, zat penolong, hingga bumbu memiliki status halal.
Bahan yang berpotensi diragukan seperti gelatin, emulsifier, dan perisa harus dicek betul asal-usulnya. Jika bahan berasal dari pemasok luar, pelaku usaha harus menyimpan dokumen bukti halal dari pemasok tersebut.
2. Proses Produksi Bebas Kontaminasi Najis
Proses produksi harus dilakukan di fasilitas yang tidak bercampur dengan bahan haram atau najis. Alat masak, mesin produksi, tempat penyimpanan, dan area pengolahan harus bersih serta tidak digunakan untuk produk non-halal.
Jika sebelumnya fasilitas tersebut pernah mengolah bahan haram, pelaku usaha perlu melakukan cleaning sesuai standar pembersihan syariat.
3. Penerapan Sistem Jaminan Halal (SJH)
Pelaku usaha wajib memiliki Sistem Jaminan Halal. Dalam SJH terdapat kebijakan halal, tim halal internal, alur kerja yang jelas, prosedur pemeriksaan bahan, serta program pelatihan untuk karyawan. Sistem ini memastikan bahwa proses halal terjaga secara berkelanjutan, bukan hanya pada saat audit.
4. Memiliki Dokumen Legal Usaha
Pelaku usaha harus melampirkan dokumen legal seperti nomor izin usaha, daftar produk, daftar bahan, label kemasan, serta informasi lengkap mengenai pabrik atau dapur produksi. Semua dokumen ini menjadi acuan auditor dalam mengevaluasi kelayakan produk.
Cara Mendapatkan Sertifikat Halal
Selain memahami syarat, pelaku usaha juga perlu mengetahui langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan sertifikat halal. Prosedurnya cukup sistematis dan diawali dengan pendaftaran resmi.
1. Mengajukan Permohonan Melalui Sistem Resmi
Langkah pertama adalah mendaftarkan produk melalui platform sertifikasi halal yang disediakan pemerintah. Pada tahap ini, pelaku usaha harus mengisi formulir dan mengunggah berkas-berkas yang dibutuhkan, seperti daftar bahan, alur proses produksi, dan dokumen legal usaha.
2. Pemeriksaan Dokumen oleh Lembaga Halal
Setelah pendaftaran masuk, pihak lembaga halal akan memeriksa kelengkapan dokumen. Jika ada kekurangan, pelaku usaha akan diminta melengkapinya sebelum masuk ke tahap audit.
3. Melakukan Audit Halal di Lokasi Produksi
Auditor halal akan datang ke lokasi produksi untuk melakukan pengecekan langsung. Mereka menilai bahan baku, fasilitas produksi, kebersihan alat, proses pengolahan, serta penerapan SJH.
Audit ini memastikan seluruh proses benar-benar sesuai dengan standar halal. Jika ditemukan kekurangan, pelaku usaha diberi kesempatan untuk memperbaikinya.
4. Sidang Fatwa dan Penetapan Halal
Setelah proses audit selesai, hasil audit akan dibawa ke sidang fatwa. Para ulama dan ahli akan meninjau hasil tersebut untuk menentukan apakah produk layak mendapatkan status halal. Jika disetujui, keputusan halal pun ditetapkan secara resmi.
5. Penerbitan Sertifikat Halal
Setelah penetapan fatwa, sertifikat halal diterbitkan dan dapat langsung digunakan oleh pelaku usaha. Produsen dapat menampilkan logo halal pada kemasan produk sebagai bukti legal dan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Sertifikat halal memiliki masa berlaku tertentu sehingga harus diperpanjang secara berkala.
Manfaat Sertifikat Halal Bagi Pelaku Usaha
Sertifikat halal memberikan banyak keuntungan, tidak hanya bagi konsumen tetapi juga produsen. Produk yang memiliki sertifikat halal lebih mudah diterima pasar, terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Selain itu, banyak ritel besar dan pelaku ekspor kini mewajibkan sertifikat halal sebagai syarat masuk pasar.
Sertifikat halal juga memperkuat citra usaha. Konsumen merasa lebih aman karena produk telah melewati proses verifikasi yang ketat. Dari sisi pengusaha, penerapan SJH membuat manajemen produksi lebih tertata, higienis, dan profesional.
Kesimpulan
Mendapatkan sertifikat halal membutuhkan persiapan dan komitmen. Pelaku usaha harus memastikan bahan halal, menjaga fasilitas produksi, menerapkan Sistem Jaminan Halal, hingga siap menjalani audit dari lembaga berwenang.
Meski prosesnya cukup panjang, manfaat yang diperoleh sangat besar. Sertifikat halal meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan memperkuat reputasi usaha. Dengan komitmen yang tepat, sertifikat halal menjadi investasi penting untuk keberlanjutan industri makanan dan minuman.
















