Tak Bisa Hadir? Begini Cara Warga Medan Mengambil Bansos Melalui Keluarga
Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Medan terus berjalan sepanjang tahun 2025.
Namun, tidak semua warga yang terdaftar sebagai penerima dapat hadir langsung ke lokasi pengambilan, seperti kantor pos, e-warong, atau tempat penyaluran lainnya.
Kondisi sakit, pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, atau urusan mendesak sering membuat warga terpaksa meminta bantuan keluarga untuk mengambilkan bansos.
Pemerintah memberikan solusi dengan memperbolehkan keluarga mewakili penerima bansos, asalkan mengikuti aturan dan membawa dokumen lengkap.
Mekanisme ini membantu warga tetap menerima hak mereka tanpa harus kehilangan jadwal pencairan.
Berikut panduan lengkap mengenai cara mewakilkan pengambilan bansos di Medan secara aman, resmi, dan sesuai ketentuan.
Aturan Resmi: Penyaluran Bansos Bisa Diwakilkan Keluarga
Demi memastikan bantuan tetap tersalurkan, pemerintah membuka opsi bagi keluarga inti untuk mengambil bansos atas nama penerima.
Kebijakan ini berlaku bagi warga yang berhalangan hadir karena sakit, bekerja di luar kota, atau mengalami kondisi darurat.
Pemerintah mengizinkan perwakilan dari:
- Ayah atau ibu
- Suami atau istri
- Anak kandung
- Saudara kandung yang tinggal satu rumah
- Keluarga lain yang mendapat persetujuan penerima
Dengan dukungan mekanisme ini, warga tetap bisa mengakses bantuan tanpa menunggu penyaluran ulang.
Dokumen Wajib untuk Mewakili Pengambilan Bansos
Keluarga yang mewakili wajib membawa dokumen lengkap agar proses verifikasi berjalan lancar. Petugas hanya mencairkan bantuan jika identitas keluarga sesuai dan dokumen valid.
Dokumen yang perlu dibawa meliputi:
- KTP Asli Penerima Bantuan
Petugas membutuhkan verifikasi data identitas penerima bansos. - Kartu Keluarga (KK)
KK membuktikan hubungan keluarga antara penerima dan orang yang mewakili. - KTP Asli dari Perwakilan
Perwakilan harus menunjukkan identitas diri yang valid. - Surat Kuasa
Surat kuasa bisa dibuat sederhana, ditandatangani penerima, dan dilampirkan bersama fotokopi KTP penerima. - Undangan Pencairan (Jika Ada)
Beberapa jenis bansos seperti PKH atau BPNT biasanya mengeluarkan surat undangan pencairan.
Dengan dokumen ini, petugas dapat memverifikasi bahwa perwakilan benar-benar mengambil bantuan secara sah.
Alur Pengambilan Bansos oleh Keluarga
Proses pengambilan bansos melalui perwakilan berjalan cukup mudah selama perwakilan membawa seluruh dokumen yang dibutuhkan.
Berikut langkah-langkahnya:
- Datang ke lokasi penyaluran sesuai jadwal yang tertera di undangan atau informasi dari pendamping sosial.
- Serahkan dokumen seperti KTP, KK, surat kuasa, dan undangan pencairan kepada petugas.
- Petugas melakukan verifikasi dengan mencocokkan data penerima dan perwakilan.
- Pencairan bantuan dilakukan, baik berupa uang tunai (untuk BLT, PKH tertentu), maupun pencatatan transaksi (untuk BPNT).
- Perwakilan menerima bantuan dan menandatangani bukti penyaluran.
Proses ini memastikan bantuan tetap diterima oleh keluarga yang berhak, meskipun penerima asli berhalangan hadir.
Kasus yang Mengharuskan Perwakilan
Beberapa situasi yang membuat warga menggunakan perwakilan antara lain:
- Penerima Sakit atau Dirawat
Warga yang sedang menjalani perawatan bisa mengurus surat kuasa agar keluarga menggantikannya. - Penerima Lansia yang Tidak Bisa Datang
Lansia yang tidak mampu datang ke lokasi pencairan bisa menunjuk anak atau keluarga dekat. - Penerima Bekerja di Luar Daerah
Pekerja harian atau pekerja migran domestik sering tidak bisa hadir sesuai jadwal penyaluran.
Dengan perwakilan, warga tidak kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan.
Tips Agar Pengambilan oleh Keluarga Berjalan Lancar
Untuk menghindari kendala di lapangan, warga bisa mengikuti beberapa tips berikut:
- Pastikan data di KTP dan KK sinkron
- Gunakan surat kuasa yang jelas dan ditandatangani
- Pastikan perwakilan memiliki hubungan keluarga langsung
- Simpan fotokopi dokumen sebagai cadangan
- Datang sesuai jadwal agar terhindar dari antrean panjang
Semakin lengkap dokumen yang dibawa, semakin cepat proses pengambilan di lokasi penyaluran.
Warga diminta Update Data
Agar bantuan tepat sasaran, pemerintah mengajak warga Medan memperbarui data kependudukan secara berkala.
Pembaruan data sangat penting, terutama jika:
- Kepala keluarga meninggal dunia
- Penerima berpindah alamat
- Kartu identitas berubah
- Terjadi perubahan status sosial ekonomi
Data yang valid memudahkan keluarga mengambil bantuan, baik secara langsung maupun melalui perwakilan.

















