Tanda Husnul Khotimah yang Dapat Dikenali Seorang Muslim
Setiap Muslim berharap meninggal dalam keadaan husnul khotimah, yaitu akhir hidup yang baik dan diridhai Allah.
Rasulullah SAW banyak menyebutkan tanda-tanda yang bisa menunjukkan seseorang wafat dalam keadaan mulia.
Meski hanya Allah yang benar-benar mengetahui akhir hidup seseorang, Islam memberikan petunjuk agar kita bisa mengenali ciri-ciri tersebut.
Wafat Saat Mengucap Kalimat Tauhid
Salah satu tanda paling kuat dari husnul khotimah adalah ketika seseorang meninggal dalam keadaan mengucap laa ilaaha illallah.
Rasulullah bersabda, “Barang siapa akhir perkataannya ‘laa ilaaha illallah’, maka dia masuk surga.” (HR. Abu Dawud).
Ucapan tauhid ini menunjukkan bahwa seseorang wafat dengan iman yang masih hidup dalam hatinya.
Meninggal Saat Beribadah atau Beramal Saleh
Islam juga mengajarkan bahwa seseorang yang wafat saat sedang melakukan amal baik seperti salat, puasa, membaca Al-Qur’an, atau berjihad di jalan Allah termasuk tanda husnul khotimah.
Rasulullah menyebutkan bahwa Allah akan membangkitkan manusia sesuai dengan keadaan terakhirnya.
Maka, jika seseorang meninggal dalam kebaikan, insyaAllah ia bangkit dalam keadaan yang sama.
Wafat di Hari Jumat atau Malamnya
Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa orang yang wafat pada hari Jumat atau malam Jumat akan dilindungi dari siksa kubur.
Hari Jumat merupakan hari penuh keberkahan dalam Islam, dan wafat pada waktu itu menunjukkan kemuliaan yang tidak semua orang dapatkan.
Meninggal Karena Penyakit Tertentu
Beberapa jenis kematian tertentu juga disebut sebagai syahid dan menjadi bagian dari husnul khotimah.
Contohnya adalah orang yang meninggal karena sakit perut, tenggelam, terbakar, atau tertimpa bangunan.
Rasulullah menyebutkan jenis-jenis kematian ini dalam hadisnya, sebagai bentuk penghormatan Allah kepada hamba-Nya yang sabar saat menghadapi ujian.
Kesimpulan
Tanda-tanda husnul khotimah menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk terus menjaga keimanan dan amal saleh sampai akhir hayat.
Meninggal saat beribadah, mengucap kalimat tauhid, wafat di hari Jumat, atau karena penyakit yang disebut syahid, menjadi isyarat bahwa Allah memuliakan hamba-Nya.
Meski kita tidak bisa memilih kapan dan bagaimana wafat, kita bisa terus memperbaiki diri agar Allah memberikan akhir hidup terbaik.
Karena sejatinya, kehidupan dunia hanya sementara, namun akhir yang baik akan menjadi awal kebahagiaan abadi.
















