Tata Cara Shalat Istikharah Berdasarkan Sunnah Nabi Muhammad
Setiap manusia pasti pernah ragu saat harus memilih, entah dalam urusan pekerjaan, jodoh, pendidikan, atau keputusan penting lainnya.
Dalam Islam, Rasulullah ﷺ memberikan jalan terbaik untuk meminta petunjuk langsung kepada Allah, yaitu melalui shalat istikharah.
Shalat ini menjadi bentuk ketundukan dan tawakal seorang Muslim kepada kehendak Allah, karena hanya Allah yang mengetahui mana yang terbaik bagi hamba-Nya.
Niat dan Waktu Pelaksanaan
Seseorang dapat melaksanakan shalat istikharah kapan saja, baik siang maupun malam hari, selama bukan pada waktu yang terlarang untuk shalat.
Niat cukup dilakukan di dalam hati tanpa harus dilafalkan.
Lafaz niatnya secara sederhana adalah “Aku berniat shalat istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Shalat ini bisa dilakukan setelah shalat wajib atau secara khusus dengan dua rakaat tersendiri.
Tata Cara Shalat Istikharah Berdasarkan Sunnah Nabi ﷺ
Berikut tata cara shalat istikharah yang diajarkan Rasulullah ﷺ:
- Niat shalat istikharah di dalam hati karena Allah Ta’ala.
- Melaksanakan dua rakaat shalat sunnah, pada rakaat pertama setelah membaca Al-Fatihah, disunnahkan membaca surah Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surah Al-Ikhlas.
- Menyelesaikan shalat dengan salam sebagaimana shalat pada umumnya.
- Membaca doa istikharah setelah salam dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan kepada Allah.
- Memohon agar Allah memilihkan yang terbaik, serta menerima dengan lapang hati apapun hasilnya.
Doa Shalat Istikharah Sesuai Sunnah
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa istikharah yang berbunyi:
“Allahumma inni astakhiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as’aluka min fadhlikal ‘azhim,
fa innaka taqdiru wa la aqdir, wa ta’lamu wa la a’lam, wa anta ‘allamul ghuyub.
Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amra khairun lii fii diinii wa ma’asyii wa ‘aqibati amrii faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiih,
wa in kunta ta’lamu anna hadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’asyii wa ‘aqibati amrii fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu,
waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhinii bih.”
Artinya: “Ya Allah, aku memohon pilihan yang terbaik kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuasaan-Mu,
dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui,
Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang ghaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku, bagi agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku,
maka tetapkanlah dan mudahkanlah untukku, kemudian berkahilah aku di dalamnya.
Tetapi jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku, bagi agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku,
maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkanlah aku darinya, serta tetapkanlah untukku kebaikan di mana pun ia berada, lalu jadikanlah aku ridha menerimanya”
Doa ini menegaskan bahwa seorang Muslim menyerahkan sepenuhnya hasil keputusannya kepada Allah, bukan pada perasaan atau logika semata.
Hikmah dan Makna Shalat Istikharah
Melalui shalat istikharah, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umatnya tidak tergesa-gesa dalam memutuskan sesuatu.
Shalat ini menumbuhkan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa setiap keputusan yang Allah pilihkan pasti membawa kebaikan.
Hikmah terbesarnya adalah ketenangan hati, sebab siapa pun yang menyerahkan urusannya kepada Allah tidak akan menyesal atas hasilnya.
Kesimpulan
Shalat istikharah bukan hanya ibadah sunnah, tetapi juga cermin ketundukan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Dengan melaksanakan istikharah, seorang Muslim memohon agar Allah memilihkan jalan terbaik dalam hidupnya.
Rasulullah ﷺ mencontohkan bahwa keputusan terbaik bukanlah yang sesuai dengan keinginan, melainkan yang mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat.
Karena itu, ketika dihadapkan pada pilihan besar dalam hidup, kembalilah kepada Allah melalui shalat istikharah agar setiap langkah mendapat ridha dan petunjuk-Nya.














