Tata Cara Sholat Idul Fitri Muhammadiyah yang Sesuai dengan Sunnah
Idul Fitri merupakan momen yang sangat dinanti umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025, sebagaimana tertuang dalam Maklumat Muhammadiyah 2025. Dalam melaksanakan Sholat Idul Fitri, Muhammadiyah berpegang pada tuntunan Rasulullah SAW berdasarkan dalil-dalil yang sahih dan manhaj tarjih.
Berikut adalah panduan lengkap tata cara Sholat Idul Fitri sesuai sunnah berdasarkan panduan Muhammadiyah:
Sholat Id Sebaiknya Dilaksanakan di Tanah Lapang
Muhammadiyah menganjurkan agar Sholat Idul Fitri dilakukan di tanah lapang, bukan di dalam masjid, kecuali ada uzur seperti hujan atau kondisi darurat lainnya. Hal ini meneladani sunnah Rasulullah SAW, sebagaimana disebut dalam hadis riwayat Abu Sa’id al-Khudriy:
“Bahwa Rasul SAW keluar pada hari raya Idul Fitri dan Adha ke tanah lapang. Hal pertama yang dilakukan adalah salat. Setelah selesai beliau berdiri menghadap para jamaah lalu memberi nasihat.” (HR. Bukhari).
Pelaksanaan di lapangan juga memperkuat syiar Islam, memperluas partisipasi umat, dan menghadirkan suasana kebersamaan dalam nuansa yang terbuka dan khidmat.
Tidak Ada Adzan dan Iqamah
Sholat Idul Fitri tidak diawali dengan adzan ataupun iqamah. Hal ini ditegaskan dalam hadis riwayat Jabir bin Abdullah:
“Tidak ada adzan dan iqamah untuk Sholat Idul Fitri dan Idul Adha ketika imam datang.” (HR. Bukhari).
Jamaah cukup berkumpul dan menunggu imam tanpa seruan khusus. Hal ini membedakan Sholat Id dengan sholat wajib lainnya.
Tidak Ada Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Id
Rasulullah SAW tidak pernah mencontohkan adanya sholat sunnah sebelum dan sesudah Sholat Id, sebagaimana dalam hadis riwayat Ibnu Abbas:
“Bahwa Nabi SAW salat dua rakaat pada hari Idul Fitri dan tidak salat sebelumnya dan tidak pula setelahnya.” (HR. Bukhari).
Namun, jika di rumah sebelum berangkat seseorang hendak salat sunnah, maka hal itu diperbolehkan. Yang dilarang adalah melakukannya di tempat pelaksanaan Sholat Id.
Pemasangan Sutrah di Depan Imam
Imam dianjurkan memasang sutrah atau pembatas di depannya, seperti tongkat atau benda lain. Ini berdasarkan hadis dari Ibnu Umar:
“Rasulullah SAW apabila keluar pada hari Id, beliau memerintahkan untuk meletakkan tombak di depannya, kemudian beliau salat.” (HR. Bukhari).
Sutrah berfungsi untuk menjaga kekhusyukan dan menghindari gangguan dari orang yang melintas.
Tata Cara Sholat Id: Dua Rakaat dengan Takbir Tambahan
Sholat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat, dengan takbir tambahan sebagai berikut:
Rakaat pertama: Setelah takbiratul ihram, bertakbir sebanyak 7 kali.
Rakaat kedua: Bertakbir sebanyak 5 kali sebelum membaca Al-Fatihah.
Tidak ada bacaan tertentu di antara takbir-takbir tersebut. Namun, disunnahkan membaca dzikir seperti tasbih dan tahmid. Hadis riwayat Katsiir bin Abdillah menyatakan:
“Nabi SAW pada sholat dua hari raya bertakbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.” (HR. Tirmidzi).
Bacaan Surat yang Dianjurkan
Setelah membaca Al-Fatihah, imam dianjurkan membaca surah tertentu:
Rakaat pertama: Surah Al-A’la atau Surah Qaf.
Rakaat kedua: Surah Al-Ghasyiyah atau Surah Al-Qamar.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis:
“Nabi SAW pada salat dua hari raya membaca ‘Sabbihisma Rabbikal A’la’ dan ‘Hal Ataka Haditsul Ghasyiyah’.” (HR. Ibnu Majah).
Pemilihan surah ini mencerminkan keagungan Allah dan pengingat akan hari akhir, sesuai dengan semangat Idul Fitri.
Khutbah Id Setelah Sholat
Setelah selesai Sholat Id, dilanjutkan dengan khutbah. Khutbah ini dimulai dengan pujian kepada Allah (tahmid), berisi pesan-pesan keimanan, ajakan untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan bersedekah. Hadis dari Abu Sa’id al-Khudriy menjelaskan:
“Setelah salat, beliau berdiri menghadap para jamaah dan memberi nasihat serta perintah kepada mereka.” (HR. Bukhari).
Khutbah ini bersifat anjuran dan pelengkap, bukan syarat sahnya salat. Namun, dianjurkan bagi jamaah untuk tetap menyimak khutbah sebagai bagian dari pembelajaran dan penguatan iman.
Tata cara Sholat Idul Fitri menurut Muhammadiyah berpegang teguh pada sunnah Rasulullah SAW dan hasil kajian tarjih. Mulai dari pelaksanaan di lapangan, tanpa adzan dan iqamah, dua rakaat dengan takbir tambahan, serta khutbah sesudah salat, semuanya berdasarkan dalil sahih yang terpercaya.
Dengan memahami dan mengamalkan tata cara ini, umat Islam diharapkan dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kekhusyukan, kebersamaan, dan tetap berada dalam tuntunan Nabi Muhammad SAW. Selamat merayakan Idul Fitri 1446 H, semoga amal ibadah Ramadan diterima Allah SWT.















