Tata Cara Tayamum yang Benar Sesuai Sunnah
Tayamum menjadi kemudahan dalam Islam ketika air sulit ditemukan atau penggunaannya bisa membahayakan tubuh.
Ibadah tetap bisa dijalankan tanpa meninggalkan kebersihan dan kesucian diri.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya tata cara tayamum yang sederhana namun tetap sesuai syariat.
Pengertian dan Kapan Tayamum Diperbolehkan
Tayamum berarti menyapu muka dan tangan menggunakan debu suci sebagai pengganti wudhu atau mandi junub.
Tayamum diperbolehkan ketika seseorang tidak menemukan air, sedang sakit dan air bisa memperparah kondisinya, atau sedang dalam perjalanan jauh dan air sulit dijangkau.
Tujuannya adalah agar ibadah tetap berjalan tanpa mengabaikan kebersihan dan ketaatan kepada Allah.
Syarat Sah Tayamum
Syarat sah tayamum meliputi beberapa hal, yaitu niat karena Allah, memastikan tidak ada air yang bisa digunakan, menggunakan debu atau permukaan suci yang tidak bercampur najis, dan dilakukan dalam waktu ibadah yang diperbolehkan.
Tayamum tidak boleh dilakukan hanya karena ingin praktis, tetapi karena adanya uzur yang dibenarkan syariat.
Baca Juga: 2 Cara Mudah Cek Bansos PKH Tahap 4 2025 via HP
Tata Cara Tayamum Sesuai Sunnah
Berikut langkah-langkah tayamum sesuai tuntunan Rasulullah SAW:
- Niat dalam hati untuk mengangkat hadas kecil atau besar karena Allah SWT.
- Menepukkan kedua telapak tangan ke debu atau permukaan tanah yang suci sekali tepukan.
- Mengusap wajah dengan kedua telapak tangan secara merata.
- Menepukkan tangan kembali ke debu yang sama untuk langkah berikutnya.
- Mengusap kedua tangan hingga pergelangan tangan, mulai dari tangan kanan kemudian kiri.
- Pastikan sela jari dan sisi tangan ikut terkena debu agar merata.
- Setelah selesai, tayamum telah sah, dan kamu bisa langsung melaksanakan shalat atau ibadah lainnya.
Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Tayamum Sah
Gunakan debu atau permukaan yang benar-benar suci, hindari debu yang kotor atau bercampur benda najis.
Jika setelah tayamum kamu menemukan air dan masih dalam waktu shalat, maka disunnahkan untuk berwudhu kembali.
Niat tetap menjadi hal utama agar tayamum memiliki nilai ibadah di sisi Allah SWT.
Kesimpulan
Tayamum adalah wujud kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Syariat ini memberi kemudahan bagi umat Islam agar tetap bisa beribadah dalam segala kondisi.
Dengan niat yang benar, debu yang suci, dan tata cara sesuai sunnah, tayamum menjadi ibadah yang sah dan bernilai di hadapan Allah.
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/

















