Teknik Menyusun Latar Belakang Penelitian Tanpa Ribet bagi Mahasiswa
Menulis latar belakang penelitian sering menjadi momok bagi mahasiswa. Banyak yang merasa bingung harus memulai dari mana, apa yang harus dicantumkan, dan bagaimana menyusunnya agar sistematis.
Padahal, latar belakang merupakan salah satu bagian penting dari skripsi, tesis, atau proposal penelitian karena menjelaskan alasan dan urgensi penelitian dilakukan. Dengan teknik yang tepat, menyusun latar belakang bisa lebih mudah dan efisien tanpa mengurangi kualitas akademik.
Mengapa Latar Belakang Penting
Latar belakang penelitian berfungsi untuk memberikan konteks dan justifikasi penelitian. Bagian ini membantu pembaca memahami alasan mengapa topik dipilih, masalah yang ingin dipecahkan, dan kontribusi penelitian terhadap bidang ilmu.
Tanpa latar belakang yang jelas, penelitian terlihat kurang fokus dan kurang memiliki urgensi ilmiah. Selain itu, latar belakang menjadi landasan untuk merumuskan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan hipotesis.
Dengan kata lain, latar belakang adalah pondasi yang menentukan arah keseluruhan penelitian. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami struktur dan cara menyusunnya dengan tepat.
Langkah-Langkah Menyusun Latar Belakang Penelitian
Menyusun latar belakang dapat dilakukan secara bertahap agar tidak terasa membingungkan, maka untuk itu ada beberapa langkah-langkah yang harus di ikuti dalam menyusun latar belakang masalah, adapun yang harus dilakukan sebagai berikut :
1. Identifikasi Masalah Utama
Mulailah dengan mengamati fenomena atau isu yang relevan dengan bidang studi. Tanyakan pada diri sendiri, “Apa masalah yang ingin saya teliti?” dan “Mengapa masalah ini penting untuk dibahas?” Masalah utama akan menjadi inti latar belakang.
Pastikan masalah yang dipilih bersifat spesifik dan realistis. Masalah yang terlalu umum justru membuat latar belakang sulit fokus dan membingungkan pembaca.
2. Kumpulkan Data Pendukung
Setelah menentukan masalah, carilah data atau fakta yang mendukung urgensi penelitian. Data ini bisa berupa statistik, temuan penelitian sebelumnya, atau kasus nyata yang relevan.
Informasi faktual membuat latar belakang lebih meyakinkan dan menunjukkan bahwa penelitian memiliki dasar ilmiah. Hindari menyajikan opini pribadi tanpa dukungan bukti, karena ini dapat melemahkan kualitas tulisan.
3. Analisis Literatur Terkait
Sebelum menulis, telusuri literatur atau penelitian terdahulu yang relevan. Catat apa yang sudah ditemukan, celah yang masih ada, dan pertanyaan yang belum terjawab. Analisis literatur membantu mahasiswa menunjukkan bahwa penelitian mereka tidak duplikasi dan memiliki kontribusi baru.
Ringkas temuan utama dari literatur, jangan menulis semua detail. Fokus pada poin yang relevan dengan masalah penelitian.
4. Jelaskan Dampak dan Signifikansi
Setelah masalah dan bukti jelas, jelaskan mengapa masalah tersebut penting untuk diteliti. Dampak penelitian bisa berupa kontribusi akademik, solusi praktis, atau rekomendasi kebijakan. Bagian ini menunjukkan nilai penelitian dan menguatkan urgensinya.
5. Susun Paragraf Secara Logis
Latar belakang sebaiknya disusun dari hal umum menuju spesifik. Mulai dengan konteks global atau fenomena luas, kemudian turunkan ke konteks lokal atau masalah spesifik yang diteliti. Akhiri dengan menunjukkan celah penelitian dan tujuan penelitian. Struktur ini membuat latar belakang mudah dibaca dan sistematis.
Tips Menulis Latar Belakang Tanpa Ribet
Mahasiswa tingkat akhir, banyak yang kesulitan dalam melakukan penyusunan latar belakang masalah, hal ini dikarenakan ketidak tahuan cara penyusunan latar belakang yang ideal. Ada beberapa tips untuk penyusunan latar belakang masalah, adapun tips nya sebagai berikut :
- Gunakan bahasa sederhana dan jelas. Hindari kalimat terlalu panjang yang membingungkan.
- Buat kerangka tulisan sebelum menulis. Tuliskan poin-poin utama: masalah, data, literatur, dan signifikansi.
- Konsisten dengan referensi. Gunakan sitasi sesuai gaya penulisan yang berlaku agar tulisan lebih valid.
- Jangan langsung menulis panjang. Tulis draf awal, lalu perbaiki struktur dan alur agar lebih rapi.
- Gunakan paragraf singkat. Paragraf 3–5 kalimat membuat pembaca lebih mudah menangkap informasi.
- Fokus pada masalah inti. Hindari terlalu banyak membahas hal yang tidak relevan dengan penelitian.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan umum mahasiswa saat menulis latar belakang yang sering kali ditemui di lapangan, adapun kesalahan yang sering dilakukan antara lain:
- Menulis terlalu umum sehingga tidak fokus pada masalah penelitian.
- Kurang menyertakan data atau literatur pendukung.
- Menulis opini pribadi tanpa bukti.
- Tidak menunjukkan relevansi dan urgensi penelitian.
- Menghindari kesalahan ini membuat latar belakang lebih kuat, meyakinkan, dan sesuai standar akademik.
Kesimpulan
Menyusun latar belakang penelitian tidak perlu rumit jika mahasiswa mengikuti langkah sistematis. Mulai dengan mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis literatur, menjelaskan dampak, dan menyusun paragraf secara logis.
Dengan menggunakan bahasa yang jelas, kerangka yang rapi, dan fokus pada masalah inti, latar belakang akan efektif, informatif, dan memudahkan pembaca memahami urgensi penelitian. Teknik ini tidak hanya membuat proses penulisan lebih cepat, tetapi juga meningkatkan kualitas akademik penelitian.
















