Tiga Golongan Hamba yang Dibenci Allah: Renungan bagi Setiap Muslim
Setiap Muslim tentu ingin hidup dalam lindungan dan kasih sayang Allah. Namun, perjalanan hidup sering menempatkan manusia dalam situasi yang membuatnya mudah terjatuh pada perilaku yang tidak diridai.
Para ulama kerap mengingatkan tiga jenis hamba yang Allah benci, yaitu mereka yang menolak kebenaran, merendahkan sesama, dan memecah persatuan umat.
Tiga sikap ini tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi berkembang dari hati yang tidak terjaga, lisan yang tidak terkendali, dan pikiran yang kurang menerima nasihat. Untuk itu, artikel ini mengajak pembaca memahami ketiga golongan tersebut sebagai bentuk renungan agar setiap Muslim mampu menjaga dirinya.
Golongan Pertama: Hamba yang Menolak Kebenaran
Golongan pertama adalah mereka yang sudah mengetahui ajaran Islam tetapi tetap mengabaikannya. Mereka mendengar nasihat, membaca peringatan, dan memahami kewajiban, tetapi tetap memilih jalan yang berlawanan dengan petunjuk Allah.
Penolakan ini bukan disebabkan oleh kebodohan, melainkan karena hati yang menolak tunduk. Ketika seseorang mendengar kebenaran lalu mengabaikannya, ia menutup pintu hidayah yang seharusnya membuka jalan hidupnya.
Dalam keseharian, sikap ini muncul dalam bentuk sering menunda ibadah, meremehkan kewajiban, atau bersikap acuh terhadap peringatan agama. Padahal, kebenaran yang datang melalui ayat, hadis, atau nasihat dari orang saleh merupakan bentuk kasih sayang Allah.
Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa Allah membenci hamba yang mengetahui kebenaran tetapi memilih untuk tidak mengikutinya. Sikap seperti ini membuat hati mengeras perlahan, hingga seseorang sulit merasakan ketenangan dan nikmatnya ibadah.
Renungan bagi kita: menerima kebenaran adalah tanda kebersihan hati, sementara menolaknya adalah awal dari kerusakan akhlak.
Golongan Kedua: Hamba yang Merendahkan Sesama
Golongan berikutnya adalah mereka yang meremehkan orang lain tanpa alasan yang benar. Sikap merendahkan, mengejek, atau memandang rendah kemampuan seseorang menjadi bentuk kesombongan yang Allah benci.
Islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kehormatan, dan kehormatan itu tidak boleh direndahkan oleh siapa pun. Ketika seseorang bersikap superior terhadap orang lain, ia merusak persaudaraan dan membuka pintu permusuhan.
Dalam kehidupan sosial, kita mudah menemukan perilaku seperti ini, terutama ketika seseorang merasa lebih pintar, lebih kuat, atau lebih kaya. Ia merasa lebih layak dihormati daripada orang lain.
Padahal, kemuliaan seorang hamba tidak terletak pada harta atau jabatan, tetapi pada ketakwaan. Para ulama mengingatkan bahwa siapa pun yang meremehkan saudaranya sebenarnya telah meremehkan dirinya sendiri.
Lisan yang tidak terjaga dan hati yang dipenuhi kesombongan akan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah. Karena itu, setiap Muslim perlu menjaga sikap dan tutur kata agar tidak menyakiti atau merendahkan siapa pun, baik dalam pertemuan langsung maupun di dunia maya.
Golongan Ketiga: Hamba yang Memecah Belah Umat
Golongan terakhir adalah mereka yang memicu keretakan di tengah umat. Mereka menyebarkan fitnah, mengadu domba, atau menghasut pihak lain untuk membenci.
Orang seperti ini hadir dengan kata-kata manis, tetapi menanamkan kebencian di belakangnya. Perpecahan yang mereka timbulkan dapat merusak hubungan keluarga, memecah belah masyarakat, bahkan memicu permusuhan antar kelompok.
Islam sangat menekankan keharmonisan dan persatuan. Allah mencintai umat yang saling bekerja sama, saling memaafkan, dan saling menjaga. Sebaliknya, Allah membenci mereka yang merusak persatuan karena kerusakan itu menghancurkan tatanan sosial dan menghalangi terwujudnya kedamaian.
Para ulama menggambarkan bahwa keretakan dalam masyarakat ibarat api kecil yang dibiarkan menyala; jika tidak segera dipadamkan, api itu akan melahap segalanya.
Oleh sebab itu, seorang Muslim harus berhati-hati dengan ucapan dan tindakan yang dapat memicu konflik, baik melalui informasi yang tidak jelas, komentar yang melukai, atau sikap yang memancing permusuhan.
Refleksi untuk Setiap Muslim
Ketiga golongan yang dibenci Allah ini menjadi cermin bagi diri. Setiap orang bisa saja terjatuh pada salah satu dari ketiganya tanpa sadar. Karena itu, memperbaiki hati, menjaga lisan, dan memperkuat ibadah menjadi langkah penting untuk menjauhi perilaku buruk.
Seorang Muslim dapat memulai dengan hal sederhana seperti mendengarkan nasihat dengan lapang dada, menghormati siapa pun tanpa memandang kedudukan, serta menghindari komentar negatif yang dapat menyulut perpecahan.
Kesimpulan
Hamba yang menolak kebenaran, merendahkan sesama, dan memecah belah umat termasuk golongan yang Allah benci. Tiga sikap ini menjadi peringatan agar setiap Muslim selalu introspeksi dan menjaga akhlaknya.
Ketika seorang hamba berusaha memperbaiki perilakunya, Allah akan memudahkan jalannya menuju kebaikan. Semoga renungan ini membantu kita menjalani hidup lebih bijak, lebih tenang, dan lebih dekat dengan ridha Allah.
















