Tips Penting untuk Warga Medan: Hindari Tunggakan BPJS Kesehatan dengan Cara Ini
BPJS Kesehatan menjadi salah satu program pemerintah yang berperan besar dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Namun, masih banyak warga Medan yang menghadapi kendala akibat tunggakan iuran BPJS Kesehatan.
Tunggakan ini sering membuat peserta kehilangan hak layanan medis dan bahkan terkena denda saat ingin mengaktifkan kembali kepesertaan.
Oleh karena itu, penting bagi warga untuk memahami cara efektif agar tetap aktif dan bebas tunggakan.
Pentingnya Menjaga Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan tidak hanya memberikan perlindungan finansial bagi peserta, tetapi juga memastikan setiap warga negara memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Dengan kepesertaan yang aktif, warga Medan bisa berobat di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rumah sakit rujukan tanpa membayar biaya besar.
Sayangnya, banyak peserta menunggak iuran karena lupa membayar atau tidak mengetahui mekanisme pembayaran yang benar.
Akibatnya, status kepesertaan mereka menjadi nonaktif, dan seluruh anggota keluarga di kartu BPJS tersebut tidak dapat menggunakan fasilitas kesehatan sementara waktu.
Untuk menghindari hal tersebut, masyarakat perlu memahami strategi pengelolaan iuran dan cara mudah membayar BPJS Kesehatan agar tidak menumpuk menjadi tunggakan besar.
Cara Efektif Hindari Tunggakan BPJS Kesehatan
Berikut beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan warga Medan agar terhindar dari tunggakan BPJS Kesehatan:
- Gunakan fitur autodebet di bank atau e-wallet.
Peserta bisa mengaktifkan sistem autodebet melalui Bank Himbara, OVO, GoPay, atau ShopeePay agar iuran dibayarkan otomatis setiap bulan. Dengan sistem ini, peserta tidak perlu khawatir lupa membayar. - Bayar iuran lebih awal.
Pembayaran dapat dilakukan mulai tanggal 1 hingga tanggal 10 setiap bulannya. Membayar di awal bulan membantu peserta menghindari denda akibat keterlambatan. - Gunakan aplikasi resmi Mobile JKN.
Aplikasi ini memungkinkan peserta mengecek tagihan, membayar iuran, dan melihat status kepesertaan kapan saja langsung dari HP. - Pastikan data keluarga di DTSEN dan BPJS Kesehatan sudah valid.
Data yang tidak sinkron antara Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan sistem BPJS bisa menyebabkan kendala dalam pembayaran maupun penerimaan bantuan iuran. - Segera lapor ke kantor BPJS Kesehatan jika ada perubahan data.
Misalnya, perubahan pekerjaan, status kepesertaan, atau jumlah anggota keluarga. Langkah ini mencegah kesalahan tagihan di masa mendatang.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, peserta dapat memastikan status BPJS Kesehatan mereka tetap aktif tanpa risiko tunggakan.
Dampak Tunggakan BPJS Kesehatan bagi Peserta
Tunggakan iuran bukan hanya menonaktifkan kartu BPJS, tetapi juga mempengaruhi akses layanan kesehatan keluarga.
Peserta yang menunggak tidak bisa menggunakan fasilitas BPJS, baik untuk rawat jalan maupun rawat inap, hingga seluruh tunggakan dilunasi.
Selain itu, peserta juga dikenakan denda pelayanan sebesar 5% dari biaya perawatan jika ingin kembali menggunakan layanan BPJS dalam waktu 45 hari setelah kartu diaktifkan.
Oleh karena itu, penting bagi peserta untuk menjaga disiplin dalam membayar iuran setiap bulan.
BPJS Kesehatan Medan terus mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya menjaga status aktif dan memahami hak serta kewajibannya sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kesimpulan
Menjaga kepesertaan aktif BPJS Kesehatan bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga bagian dari perlindungan diri dan keluarga.
Dengan membayar iuran tepat waktu, warga Medan bisa memastikan akses terhadap layanan kesehatan berjalan lancar kapan pun dibutuhkan.
Pemerintah bersama BPJS Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fitur digital seperti Mobile JKN dan autodebet bank agar tidak lagi mengalami keterlambatan pembayaran.
Langkah sederhana ini akan membantu warga hidup lebih tenang, sehat, dan terlindungi secara finansial.
















