Publikasi jurnal ilmiah menjadi bagian penting dalam dunia akademik, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti. Artikel yang berhasil terbit di jurnal tidak hanya meningkatkan reputasi akademik penulis, tetapi juga menjadi sarana penyebaran ilmu pengetahuan secara luas.
Namun, proses submit jurnal secara online sering kali terasa rumit, terutama bagi penulis pemula yang belum familiar dengan sistem dan tahapan publikasi.
Banyak naskah berkualitas akhirnya tertolak bukan karena isi yang lemah, melainkan karena kesalahan teknis saat submit atau ketidaksesuaian dengan ketentuan jurnal. Oleh sebab itu, memahami alur submit jurnal online dari awal hingga publish menjadi langkah krusial agar peluang diterima semakin besar.
Menentukan Jurnal yang Tepat
Tahap awal dalam proses submit jurnal adalah memilih jurnal yang sesuai. Penulis perlu memastikan bahwa fokus dan scope jurnal sejalan dengan topik artikel yang ditulis. Informasi ini biasanya tersedia di laman resmi jurnal pada bagian “About” atau “Focus and Scope”.
Selain itu, perhatikan reputasi jurnal, indeksasi, serta status akreditasi. Jurnal yang kredibel umumnya terdaftar di SINTA, DOAJ, atau Scopus.
Hindari jurnal yang tidak transparan dalam proses editorial atau meminta biaya publikasi tanpa kejelasan. Pemilihan jurnal yang tepat akan menghemat waktu dan meningkatkan kemungkinan artikel diterima.
Menyesuaikan Artikel dengan Template Jurnal
Setelah jurnal ditentukan, langkah berikutnya adalah menyesuaikan naskah dengan template yang disediakan. Setiap jurnal memiliki format penulisan yang berbeda, mulai dari jenis huruf, ukuran margin, hingga sistem sitasi. Penyesuaian ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari penilaian awal editor.
Artikel yang tidak mengikuti template sering kali langsung ditolak sebelum masuk ke tahap review. Oleh karena itu, penulis perlu membaca author guidelines secara cermat. Pastikan seluruh bagian artikel, seperti abstrak, pendahuluan, metodologi, hasil, dan daftar pustaka, tersusun sesuai ketentuan jurnal.
Membuat Akun pada Sistem Jurnal Online
Sebagian besar jurnal saat ini menggunakan sistem Open Journal Systems atau platform sejenis. Penulis harus membuat akun terlebih dahulu sebelum melakukan submit. Proses pendaftaran biasanya mencakup pengisian data diri, afiliasi institusi, serta alamat email aktif.
Gunakan email yang sering diakses karena seluruh komunikasi dari editor akan dikirim melalui alamat tersebut. Setelah akun aktif, penulis dapat masuk ke dashboard jurnal dan memulai proses pengajuan artikel. Pastikan data profil diisi dengan lengkap dan benar untuk menghindari kendala administratif.
Proses Submit Artikel Secara Bertahap
Tahap submit jurnal online umumnya terdiri dari beberapa langkah. Pada tahap awal, penulis diminta mengisi metadata artikel, seperti judul, abstrak, kata kunci, dan data penulis. Isian ini harus sesuai dengan naskah yang diunggah agar tidak terjadi ketidaksesuaian informasi.
Setelah itu, penulis mengunggah file artikel utama dan dokumen pendukung, seperti surat pernyataan orisinalitas atau lembar cek plagiarisme jika diminta. Periksa kembali file yang diunggah sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Kesalahan kecil pada tahap ini dapat berdampak pada proses editorial.
Menunggu Proses Review
Setelah submit berhasil, artikel akan masuk ke tahap review. Editor akan melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan kesesuaian topik dan kelengkapan administrasi. Jika lolos, artikel akan dikirim ke reviewer untuk dinilai secara substansi.
Proses review membutuhkan waktu yang bervariasi, tergantung kebijakan jurnal. Selama masa ini, penulis disarankan untuk bersabar dan rutin memeriksa email. Hindari mengirim pesan berulang kepada editor dalam waktu singkat karena dapat dianggap tidak profesional.
Menanggapi Revisi dengan Tepat
Sebagian besar artikel yang berpotensi terbit akan melalui tahap revisi. Reviewer biasanya memberikan catatan perbaikan, baik minor maupun mayor. Penulis perlu membaca komentar reviewer secara teliti dan menanggapi setiap poin dengan jelas.
Revisi yang baik tidak hanya memperbaiki teks, tetapi juga menunjukkan sikap kooperatif penulis. Sertakan lembar jawaban revisi jika diminta, dan jelaskan perubahan yang telah dilakukan. Ketepatan dan keseriusan dalam merespons revisi sangat memengaruhi keputusan akhir editor.
Tahap Accept hingga Publish
Jika revisi diterima, editor akan mengirimkan pemberitahuan bahwa artikel dinyatakan accepted. Pada tahap ini, penulis mungkin diminta melakukan pengecekan akhir, seperti proofreading atau konfirmasi metadata.
Selanjutnya, artikel akan masuk ke proses layout dan penjadwalan terbit. Beberapa jurnal menerbitkan artikel secara bertahap dalam sistem online first sebelum edisi lengkap dirilis. Setelah artikel publish, penulis dapat membagikan tautan publikasi sebagai bagian dari portofolio akademik.
Kesimpulan
Proses submit jurnal online dari awal hingga publish membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan pemahaman prosedur yang baik. Mulai dari pemilihan jurnal, penyesuaian template, hingga respons terhadap revisi, setiap tahap memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan publikasi.
Dengan mengikuti alur secara sistematis dan mematuhi ketentuan jurnal, penulis pemula sekalipun memiliki peluang besar untuk menerbitkan artikelnya. Publikasi ilmiah bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses belajar yang membentuk kedisiplinan akademik.

















