MQA Presidents’ Forum Perkuat Kolaborasi Global Dibidang Penjaminan Mutu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menghadiri MQA Presidents’ Forum 2025 yang digelar oleh Malaysian Qualifications Agency (MQA) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia (MOHE) di Le Méridien Putrajaya, Malaysia, Kamis (30/10/2025). Kehadiran UMSU ini merupakan undangan dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.
UMSU menjadi satu satunya universitas di Indonesia yang diundang untuk hadir kedalam event pendidikan tinggi negara jiran tersebut. Selain UMSU, hadir juga perwakilan sejumlah negara seperti Skotlandia, Jerman, Afrika Selatan, Filipina, Kamboja, Timor-Leste, Rusia, dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Forum ini dibuka resmi oleh Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, YB Dato’ Seri Diraja Dr. Zambry Abd Kadir dengan tema “Sharing Insights and Future Initiatives.”
Agenda ini menjadi wadah strategis bagi para pemimpin pendidikan tinggi dunia untuk berbagi pengalaman, merumuskan kebijakan, dan memperkuat kolaborasi global di bidang penjaminan mutu pendidikan.
Berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari mobilitas lintas batas mahasiswa, pengakuan akademik di era digital, hingga pembangunan ekosistem kepercayaan dalam sistem akreditasi internasional.
Dalam forum tersebut, MQA juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) dari Jerman serta National Agency for Academic Assessment and Accreditation (ANAAA.I.P.) dari Timor-Leste sebagai langkah konkret memperkuat jejaring kerja sama antar lembaga akreditasi global.
Delegasi UMSU Dalam MQA Presidents’ Forum
Perwakilan UMSU yang hadir di acara bergengsi tersebut adalah Assoc. Prof. Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si. (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama), Assoc. Prof. Dr. Zailani, M.A. (Dekan Fakultas Agama Islam), dan Agus Sani, M.E., M.Sc. (Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis).
Kehadiran UMSU di forum prestisius ini menjadi bukti pengakuan atas reputasi internasional kampus tersebut dalam pengembangan mutu dan kolaborasi pendidikan tinggi lintas negara.
Kehadiran UMSU adalah Bentuk Pengakuan terhadap Mutu Pendidikan Tinggi Indonesia dalam dunia Internasional
Wakil Rektor III UMSU, Dr. Rudianto, menyampaikan bahwa partisipasi UMSU pada forum ini merupakan momentum penting untuk memperkuat jejaring internasional dan memperluas pengakuan atas mutu pendidikan tinggi Indonesia di kancah global.
“Forum ini mempertemukan para pemimpin universitas dan lembaga akreditasi dari berbagai negara untuk berdiskusi dan membangun kerja sama di bidang mobilitas mahasiswa, pengakuan akademik lintas batas, serta penguatan sistem penjaminan mutu. UMSU berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam jejaring internasional demi meningkatkan daya saing global perguruan tinggi Indonesia,” ujar Rudianto.
Sejak tahun 2021, UMSU telah memperoleh rekognisi kelembagaan dari MQA sebagai universitas yang diakui mutu pendidikannya di kawasan ASEAN. Capaian tersebut semakin diperkuat dengan empat program studi UMSU—Manajemen, Akuntansi, Manajemen Bisnis Syariah, dan Perbankan Syariah—yang berhasil meraih akreditasi internasional FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation) dari Jerman pada tahun 2025.
Rektor UMSU apresiasi Undangan Hadiri MQA Presidents’ Forum
Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, M.AP., memberikan apresiasi atas kepercayaan dan undangan yang diberikan kepada UMSU untuk mewakili Indonesia di forum internasional tersebut.
“Kehadiran UMSU sebagai satu-satunya perguruan tinggi Indonesia dalam MQA Presidents’ Forum merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Ini menunjukkan bahwa UMSU telah diakui di tingkat internasional dan terus berkomitmen membangun jejaring akademik serta memperkuat sistem penjaminan mutu berstandar global,” tegas Prof. Agussani.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UMSU akan terus memperluas kerja sama strategis dengan universitas dan lembaga akreditasi internasional, seperti MQA dan FIBAA, guna memastikan mutu pendidikan yang dihasilkan diakui secara global.
“Langkah ini sejalan dengan visi UMSU menjadi World Class Islamic University pada tahun 2033—sebuah universitas Islam berkelas dunia yang unggul secara akademik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat global,” pungkasnya.
Forum internasional ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting dunia pendidikan tinggi, antara lain Prof. Dato’ Dr. Mohammad Shatar Sabran (CEO MQA), Dr. Nina Rotermund (FIBAA Jerman), Mr. Michael Koetsier dan Ms. Gillian Hepburn (Scottish Qualifications Authority, Skotlandia), Dr. Xisto Martins (ANAAA.I.P., Timor-Leste), serta perwakilan dari SEAMEO RIHED, ASEAN University Network (AUN), dan lembaga penjaminan mutu dari berbagai negara.

















