Usia Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Terbaru 2025 dan Cara Klaim Jaminan Pensiun (JP)
Program Pensiun BPJS Ketenagakerjaan menjadi perlindungan penting bagi pekerja yang memasuki usia pensiun. Program ini hadir untuk menjaga penghasilan peserta agar tetap stabil saat kamu berhenti bekerja. Selain itu, pemerintah juga mengatur kenaikan usia pensiun secara bertahap melalui Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015.
Pada tahun 2025, usia pensiun kembali meningkat. Oleh karena itu, kamu perlu memahami aturan terbaru sekaligus cara klaim Jaminan Pensiun (JP) agar prosesnya lancar.
Apa Itu Jaminan Pensiun (JP)?
Jaminan Pensiun adalah program yang menjamin peserta tetap memiliki penghasilan saat tidak lagi bekerja. Program ini menjadi bagian penting dalam skema Pensiun BPJS Ketenagakerjaan.
Manfaat JP diberikan dalam bentuk uang tunai. Pembayaran dilakukan setiap bulan atau sekaligus jika peserta mengalami kondisi tertentu. Berikut manfaat yang bisa kamu terima:
- Pensiun hari tua – diterima sampai peserta meninggal dunia
- Pensiun cacat – diberikan saat peserta mengalami cacat total tetap
- Pensiun janda/duda – diterima pasangan peserta
- Pensiun anak – untuk anak peserta hingga usia 23 tahun
- Pensiun orang tua – bagi peserta yang tidak memiliki pasangan atau anak
Selain itu, manfaat JP memastikan peserta bisa mempertahankan kualitas hidup meskipun sudah berhenti bekerja. Program Pensiun BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu peserta yang ingin tetap mendapatkan penghasilan di masa tua.
Usia Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Terbaru 2025
Ketentuan usia Pensiun BPJS Ketenagakerjaan mengalami kenaikan setiap tiga tahun. Aturan ini mulai berjalan sejak 2019. Berikut urutannya:
- 2019 → usia pensiun 57 tahun
- 2022 → usia pensiun 58 tahun
- 2025 → usia pensiun 59 tahun
Kenaikan ini bertujuan menyesuaikan kondisi pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja. Selain itu, aturan ini membantu peserta mendapatkan manfaat jangka panjang dari program Pensiun BPJS Ketenagakerjaan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa batas usia pensiun harus mempertimbangkan beban kerja, kekuatan fisik, serta tingkat ketelitian dalam pekerjaan.
Di sisi lain, kenaikan usia pensiun tidak mengurangi hak peserta untuk mendapatkan Jaminan Pensiun (JP). Kamu tetap bisa menerima manfaat sesuai ketentuan jika sudah memasuki usia yang ditetapkan.
Syarat Mengajukan Klaim Jaminan Pensiun (JP)
Sebelum masuk ke tahap klaim, kamu perlu menyiapkan dokumen sesuai kategori peserta. Persyaratannya berbeda tergantung kondisi. Berikut gambaran umumnya:
Usia Pensiun
- Form JP (Formulir 7)
- Kartu peserta program JP
- KTP dan fotokopi
- KK dan fotokopi
Cacat Total Tetap
- Surat keterangan dokter
- Surat keterangan tidak mampu bekerja
- Form JP
- Kartu peserta JP
- KTP dan KK
Selain itu, jika klaim dilakukan oleh janda/duda, anak, atau orang tua, kamu perlu menyiapkan dokumen tambahan sesuai status ahli waris.
Cara Klaim Jaminan Pensiun (JP) di Kantor BPJS Ketenagakerjaan
Kamu bisa mengajukan klaim JP langsung ke kantor cabang terdekat. Berikut langkah-langkah mudahnya:
- Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan dan isi formulir klaim.
- Serahkan semua dokumen yang diperlukan.
- Ambil nomor antrean.
- Tunggu panggilan petugas dan lakukan verifikasi.
- Dapatkan tanda terima klaim JP.
- Tunggu proses persetujuan.
- Dana manfaat JP dikirim ke rekening kamu setelah disetujui.
Selain itu, kamu bisa mengecek status klaim melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan. Biasanya, proses membutuhkan waktu hingga 15 hari kerja.
Memahami usia Pensiun BPJS Ketenagakerjaan membantu kamu mempersiapkan masa pensiun lebih baik. Selain itu, kamu bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengajukan klaim JP.
















