Video Viral Pria Kejang Saat Demo di Medan: Rizky Fajar Akhirnya Buka Suara
Sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pria terbaring dan mengalami kejang saat aksi demo di Medan menghebohkan media sosial.
Banyak netizen menduga bahwa pria tersebut menjadi korban kekerasan aparat. Namun, fakta sebenarnya berbeda jauh dari asumsi awal publik.
Pria dalam video itu diketahui bernama Rizky Fajar (20 tahun). Ia akhirnya memberikan klarifikasi video viral demo Medan tersebut melalui unggahan resmi di akun Instagram Polda Sumatera Utara.
“Saat ini saya dalam keadaan sehat dan tidak punya riwayat epilepsi,” ungkap Rizky Fajar dalam video yang diunggah pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Rizky Fajar: Kejang Bukan karena Dianiaya, Tapi Karena Lapar
Rizky menjelaskan bahwa dirinya ikut berlari saat terjadi kerusuhan dalam unjuk rasa. Namun, tubuhnya tiba-tiba lemas dan jatuh karena belum makan.
“Waktu itu saya lari, dan tiba-tiba kejang karena belum makan. Saya merasa sangat lapar,” tambahnya.
Video Pria Kejang di Jalan Sempat Picu Dugaan Penganiayaan
Sebelumnya, video demo Medan viral tersebut menunjukkan Rizky dalam kondisi kejang dan kepala berdarah. Beberapa netizen menduga ia mengalami penganiayaan oleh aparat.
Dalam video juga terdengar suara perekam yang meminta polisi agar tidak memukul:
“Jangan dipukul bang, jangan dipukul bang,” terdengar suara perekam.
Selain itu, perekam juga meminta agar korban segera diberi pertolongan:
“Ambulans, ambulans,” ucapnya.
Namun dalam tayangan video itu, tampak aparat membantu mengangkat Rizky ke atas sepeda motor. Seorang pria berjaket ojek online terlihat membawa Rizky untuk mendapatkan perawatan.
Kesimpulan: Klarifikasi Rizky Fajar Bongkar Fakta Sebenarnya Demo Medan
Klarifikasi dari Rizky Fajar ini menepis berbagai spekulasi negatif yang beredar.
Ia menegaskan bahwa kondisinya sehat dan tidak mengalami kekerasan fisik seperti yang ramai diperbincangkan.
Dengan munculnya fakta sebenarnya, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi video viral demo Medan dan tidak langsung percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

















