Waspada Hoaks! Fakta di Balik Tautan Pendaftaran Bansos Rp 750.000 per Bulan yang Viral di Media Sosial
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya tautan pendaftaran bantuan sosial (bansos) yang diklaim memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 750.000 per bulan. Tautan ini menyebar luas melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Facebook, dan Telegram. Tidak sedikit masyarakat yang tergiur dengan janji bantuan finansial tersebut, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit pascapandemi.
Namun, setelah dilakukan verifikasi oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos) dan otoritas terkait, klaim tersebut dinyatakan tidak benar alias hoaks. Tautan tersebut bukan berasal dari situs resmi pemerintah dan berpotensi digunakan untuk tindakan penipuan atau pencurian data pribadi.
Bagaimana Hoaks Ini Menyebar?
Modus penyebaran tautan palsu ini cukup umum dan sering kali menggunakan teknik manipulasi psikologis. Berikut adalah beberapa ciri khas dari modus penipuan seperti ini:
Menggunakan Judul yang Sensasional
Tautan tersebut biasanya disertai dengan pesan yang menarik perhatian, seperti “Buruan Daftar! Pemerintah Bagikan BLT Rp 750.000 untuk Semua Warga” atau “Bansos Cair Lagi! Klik di Sini untuk Mendaftar”. Pesan semacam ini sengaja dibuat agar penerima merasa tertarik dan segera mengklik tautan tanpa berpikir panjang.Meminta Data Pribadi
Saat mengakses tautan tersebut, pengunjung diarahkan ke situs yang menyerupai halaman resmi pemerintah. Mereka kemudian diminta untuk memasukkan data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), hingga nomor rekening bank. Jika data ini jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab, maka dapat digunakan untuk berbagai tindak kejahatan, termasuk penipuan dan pencurian identitas.Menyebarkan Informasi yang Tidak Terkonfirmasi
Banyak orang yang tanpa sadar ikut menyebarkan tautan ini ke teman atau keluarga tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu. Hal ini membuat hoaks semakin meluas dan sulit dikendalikan.
Fakta Seputar Pendaftaran Bansos yang Resmi
Untuk memastikan informasi bansos yang benar, masyarakat perlu memahami bahwa semua program bantuan sosial dari pemerintah hanya bisa diakses melalui jalur resmi. Berikut beberapa poin penting terkait bansos yang valid:
Situs Resmi Pendaftaran
Pemerintah hanya menggunakan platform resmi seperti cekbansos.kemensos.go.id untuk pendaftaran dan pengecekan bantuan sosial. Jika ada tautan selain dari domain pemerintah (go.id), maka patut dicurigai.Tidak Dipungut Biaya
Pendaftaran bansos selalu gratis. Jika ada pihak yang meminta uang administrasi atau pembayaran tertentu untuk mendapatkan bantuan, bisa dipastikan itu adalah modus penipuan.Bansos Tidak Bisa Didaftarkan Melalui Link yang Dibagikan Sembarangan
Program bansos memiliki mekanisme yang jelas, yaitu berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kemensos. Calon penerima yang memenuhi syarat biasanya didaftarkan melalui perangkat desa atau kelurahan setempat.
Dampak dari Hoaks Pendaftaran Bansos
Hoaks seperti ini tidak hanya membingungkan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain:
Penyalahgunaan Data Pribadi
Jika masyarakat tidak berhati-hati dan memasukkan informasi pribadi ke situs palsu, maka data tersebut bisa dimanfaatkan untuk tindakan kriminal, seperti pemalsuan identitas atau peretasan rekening bank.Meningkatkan Ketidakpercayaan terhadap Program Pemerintah
Berita palsu terkait bansos dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap program bantuan yang sebenarnya dijalankan oleh pemerintah. Hal ini dapat menghambat penyaluran bansos kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.Kerugian Finansial bagi Korban
Beberapa tautan palsu juga mengarahkan pengguna ke aplikasi atau layanan yang meminta pembayaran tertentu. Ada kasus di mana korban diminta mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi atau proses pencairan bansos.
Cara Menghindari Hoaks Bansos
Agar tidak menjadi korban penipuan, masyarakat perlu lebih waspada dan selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
Cek Sumber Informasi
Pastikan berita atau tautan yang diterima berasal dari situs resmi pemerintah atau media terpercaya.Konfirmasi ke Pihak Berwenang
Jika ragu dengan informasi bansos, segera tanyakan ke kantor desa/kelurahan, Dinas Sosial setempat, atau langsung mengunjungi situs resmi Kemensos.Jangan Mudah Memberikan Data Pribadi
Jangan pernah memasukkan NIK, nomor rekening, atau informasi pribadi lainnya ke situs yang mencurigakan.Laporkan Hoaks
Jika menemukan tautan atau pesan mencurigakan, laporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui kanal aduannya, atau laporkan ke pihak berwenang seperti polisi siber.
Kesimpulan
Berita tentang pendaftaran bansos Rp 750.000 per bulan yang viral di media sosial ternyata adalah hoaks. Pemerintah tidak pernah mengeluarkan program bantuan dengan skema seperti itu. Semua informasi resmi mengenai bantuan sosial hanya bisa diakses melalui situs dan kanal komunikasi resmi pemerintah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap modus penipuan yang memanfaatkan program bansos sebagai kedok. Selalu pastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain agar tidak ikut menyebarkan hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.

















