Waspada! Hoaks Link Pengecekan Penerima Bansos dengan NIK E-KTP, Begini Faktanya
Belakangan ini, beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan instan sebuah tautan yang mengklaim dapat digunakan untuk mengecek status penerima bantuan sosial (bansos) hanya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada e-KTP. Informasi ini telah dikonfirmasi sebagai HOAKS oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan pihak berwenang.
Modus Penipuan Berkedok Pengecekan Bansos
Para pelaku penyebar hoaks ini biasanya menyebarkan tautan palsu yang menyerupai situs resmi Kemensos. Mereka meminta pengguna memasukkan NIK, nama lengkap, alamat, hingga informasi pribadi lainnya. Setelah data dimasukkan, sering kali muncul permintaan untuk membagikan tautan tersebut ke sejumlah kontak atau grup WhatsApp.
Modus ini berbahaya, karena selain dapat digunakan untuk pencurian data pribadi (phishing), pelaku juga berpotensi menyalahgunakan informasi tersebut untuk tindakan kejahatan seperti pemalsuan identitas atau penipuan finansial.
Fakta Resmi dari Kemensos
Pihak Kementerian Sosial menegaskan bahwa pengecekan status penerima bansos hanya dapat dilakukan melalui situs dan aplikasi resmi. Berikut adalah cara aman untuk mengecek status penerima bansos:
Melalui Situs Resmi Kemensos
- Akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan
- Ketikkan nama sesuai KTP
- Masukkan kode verifikasi yang muncul
- Klik Cari Data untuk melihat status penerima bansos
Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi resmi Cek Bansos di Google Play Store
- Daftar akun menggunakan NIK dan data diri yang valid
- Login dan pilih menu pengecekan bansos
- Masukkan data yang diminta dan cek status penerima
Cara Menghindari Hoaks Bansos
Seiring maraknya informasi palsu yang beredar mengenai bantuan sosial (bansos), masyarakat perlu lebih berhati-hati agar tidak tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hoaks terkait bansos sering kali menggunakan modus penipuan yang dapat membahayakan data pribadi dan bahkan berujung pada penyalahgunaan informasi. Untuk menghindari hal tersebut, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Pastikan Sumber Informasi Resmi
Selalu periksa informasi terkait bansos hanya melalui situs atau aplikasi resmi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos). Situs resmi yang dapat digunakan untuk mengecek status penerima bansos adalah https://cekbansos.kemensos.go.id. Selain itu, Kemensos juga menyediakan aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh melalui Google Play Store. Jangan percaya pada tautan yang beredar di media sosial atau pesan instan tanpa verifikasi lebih lanjut.Jangan Sembarangan Membagikan Data Pribadi
Waspadalah terhadap situs atau pesan yang meminta data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), alamat lengkap, atau informasi rekening bank. Data-data tersebut sangat sensitif dan dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tujuan kejahatan seperti pencurian identitas, akses ilegal ke layanan keuangan, atau manipulasi data penerima bansos. Jika ada pihak yang mengaku dari pemerintah dan meminta informasi pribadi di luar jalur resmi, segera abaikan dan laporkan.Laporkan Tautan Mencurigakan ke Pihak Berwenang
Jika menemukan tautan yang mencurigakan atau menerima pesan berantai yang menawarkan akses cepat untuk mengecek atau mendaftarkan bansos, segera laporkan ke pihak berwenang. Anda dapat mengadukan tautan hoaks melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di situs aduankonten.id atau menghubungi layanan pengaduan resmi Kemensos. Dengan melaporkan tautan berbahaya, Anda turut membantu mencegah korban penipuan lainnya.Selalu Periksa dan Verifikasi Kebenaran Informasi
Sebelum mempercayai informasi yang tersebar di media sosial atau pesan instan, pastikan untuk melakukan pengecekan ulang. Caranya adalah dengan membandingkan informasi tersebut dengan sumber resmi seperti website pemerintah, siaran pers dari Kemensos, atau akun media sosial resmi lembaga terkait. Jangan langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak turut menyebarkan hoaks kepada orang lain.
Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi terkait bansos, terutama jika disertai dengan tautan mencurigakan. Pengecekan penerima bansos hanya bisa dilakukan melalui situs resmi Kemensos RI dan aplikasi resminya. Jangan mudah tergiur dengan klaim yang belum tentu benar dan selalu pastikan informasi berasal dari sumber terpercaya.

















