Waspada! Hoaks Tagihan BPJS Kesehatan via SMS dan WhatsApp, Begini Cara Menghindarinya
Dalam beberapa waktu terakhir, marak beredar pesan singkat melalui SMS dan WhatsApp yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Pesan tersebut berisi pemberitahuan tentang tagihan yang harus segera dibayarkan dengan ancaman bahwa layanan BPJS Kesehatan akan dinonaktifkan jika pembayaran tidak dilakukan. Tidak jarang, dalam pesan tersebut juga disertakan tautan yang mengarah ke sebuah situs yang menyerupai halaman resmi BPJS Kesehatan, padahal itu adalah situs palsu yang dibuat untuk menipu masyarakat.
Modus penipuan ini dirancang sedemikian rupa agar tampak meyakinkan, bahkan dalam beberapa kasus, pesan yang dikirimkan menggunakan bahasa resmi dan mencantumkan logo BPJS Kesehatan. Namun, masyarakat harus lebih jeli dalam menyikapi informasi yang diterima, terutama jika sumbernya tidak jelas. Tujuan utama dari pesan hoaks ini adalah untuk mengelabui penerima agar memberikan informasi pribadi seperti nomor kartu BPJS, nomor rekening, hingga kode OTP yang dapat digunakan oleh pelaku untuk mengakses data korban atau melakukan transaksi ilegal.
Selain bertujuan mencuri data, pesan hoaks ini juga sering kali mengarahkan korban untuk melakukan pembayaran ke rekening yang tidak resmi. Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa pembayaran iuran BPJS Kesehatan hanya bisa dilakukan melalui kanal resmi seperti bank yang bekerja sama, aplikasi Mobile JKN, marketplace yang telah terverifikasi, atau gerai pembayaran resmi. Akibatnya, mereka yang terjebak dalam modus penipuan ini bisa mengalami kerugian finansial tanpa mendapatkan manfaat yang sebenarnya.
Masyarakat perlu memahami bahwa BPJS Kesehatan tidak pernah mengirimkan pemberitahuan tagihan melalui SMS atau WhatsApp yang mengandung tautan mencurigakan. Jika ingin mengecek status tagihan atau kepesertaan, langkah paling aman adalah menggunakan aplikasi Mobile JKN atau mengunjungi situs resmi BPJS Kesehatan di www.bpjs-kesehatan.go.id. Selain itu, masyarakat juga dapat langsung menghubungi layanan pelanggan BPJS Kesehatan di nomor 165 atau mendatangi kantor cabang BPJS terdekat untuk memastikan keabsahan informasi yang diterima.
Jangan Klik Tautan Mencurigakan
Jika menerima pesan yang berisi tautan tidak dikenal, hindari untuk mengkliknya. Tautan tersebut bisa saja mengarahkan ke situs palsu yang bertujuan mencuri data pribadi atau menginfeksi perangkat dengan malware.Verifikasi Informasi Melalui Sumber Resmi
Pastikan setiap informasi terkait tagihan BPJS Kesehatan dicek langsung melalui kanal resmi seperti aplikasi Mobile JKN, situs web BPJS Kesehatan (www.bpjs-kesehatan.go.id), atau menghubungi call center resmi di 165.Jangan Berikan Data Pribadi
BPJS Kesehatan tidak pernah meminta data pribadi seperti nomor kartu, nomor rekening, atau kode OTP melalui SMS atau WhatsApp. Jika ada pihak yang meminta informasi tersebut, kemungkinan besar itu adalah penipuan.
Gunakan Metode Pembayaran Resmi
Pembayaran iuran BPJS Kesehatan hanya dapat dilakukan melalui bank yang bekerja sama, aplikasi Mobile JKN, marketplace resmi, atau gerai pembayaran yang telah terverifikasi. Hindari melakukan pembayaran melalui rekening pribadi atau tautan yang tidak resmi.Laporkan Pesan Penipuan
Jika menerima pesan yang mencurigakan, segera laporkan ke BPJS Kesehatan atau pihak berwenang agar tindakan pencegahan dapat dilakukan. Masyarakat juga bisa menyebarkan informasi ini kepada orang lain agar tidak ada yang menjadi korban penipuan.Sebarkan Kesadaran kepada Keluarga dan Teman
Beri tahu keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar tentang modus penipuan ini agar mereka lebih waspada. Semakin banyak orang yang mengetahui, semakin kecil kemungkinan pelaku berhasil menipu korbannya.
Kesadaran dan kehati-hatian dalam menerima serta menyebarkan informasi adalah kunci utama dalam menghadapi maraknya modus penipuan digital. Dengan semakin meningkatnya kasus penyalahgunaan teknologi untuk kepentingan kriminal, masyarakat dituntut untuk lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak menjadi korban selanjutnya. Bagikan informasi ini kepada keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar agar lebih banyak yang terhindar dari jebakan hoaks tagihan BPJS Kesehatan ini.

















