Waspada Penipuan Berkedok Promosi Kesehatan di Plaza Medan Fair
Sejumlah warga Medan mengaku menjadi korban penipuan yang berkedok promosi kesehatan di salah satu gerai yang berada di dalam Plaza Medan Fair, yaitu Zara Healthy. Modus penipuan ini terungkap setelah banyak pengunjung menyampaikan keluhan melalui ulasan di Google Maps serta berbagai platform media sosial.
Modus yang Terstruktur dan Manipulatif
Penipuan ini umumnya dimulai dengan ajakan dari petugas gerai kepada pengunjung untuk mengisi data diri, dengan dalih untuk mendapatkan hadiah atau mencoba alat terapi kesehatan secara gratis. Setelah data terkumpul, pengunjung kemudian diarahkan ke ruangan tertutup untuk “konsultasi kesehatan”.
Namun, yang terjadi di dalam ruangan jauh dari harapan. Banyak korban melaporkan bahwa mereka justru diminta membayar sejumlah uang dengan alasan untuk pembelian paket perawatan. Bahkan, beberapa korban mengaku diminta membayar hingga lebih dari satu juta rupiah untuk layanan yang awalnya diklaim gratis.
Janji Hadiah dan Paket Gratis yang Menyesatkan
Salah satu korban mengaku diminta menandatangani formulir yang kemudian ternyata adalah perjanjian pembelian paket layanan. Informasi mengenai biaya tidak dijelaskan di awal, sehingga banyak korban merasa ditipu secara halus dan psikologis. Beberapa pengunjung juga merasa ditekan secara emosional oleh petugas dengan iming-iming pengobatan untuk penyakit serius.
Yang lebih mengkhawatirkan, dalam beberapa kasus, data pribadi seperti nomor KTP dan nomor telepon juga dikumpulkan tanpa kejelasan penggunaannya. Sebagian korban bahkan diarahkan dengan iming-iming program rekrutmen atau lowongan kerja, padahal pada akhirnya diarahkan untuk membeli paket terapi.
Reaksi Masyarakat dan Harapan Penegakan Hukum
Hingga kini, pihak pengelola Plaza Medan Fair belum memberikan pernyataan resmi terkait maraknya aduan masyarakat. Banyak warga berharap agar pengelola mal maupun instansi terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap praktik yang dianggap merugikan konsumen tersebut.
Pakar perlindungan konsumen menyarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memberikan data pribadi, terutama jika disertai dengan ajakan membayar tanpa informasi yang jelas dan transparan. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kasus serupa ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau pihak kepolisian apabila merasa menjadi korban.
Pentingnya Kewaspadaan di Ruang Publik
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat luas untuk tidak langsung percaya pada promosi kesehatan yang ditawarkan di tempat umum seperti pusat perbelanjaan. Penampilan profesional petugas, penggunaan istilah medis, hingga tawaran hadiah sering kali digunakan sebagai alat untuk menarik simpati dan kepercayaan calon korban.
`Warga diminta untuk selalu memastikan legalitas dan rekam jejak pelaku usaha sebelum mengikuti layanan apapun, terutama yang menyangkut kesehatan dan informasi pribadi.
`Fenomena penipuan berkedok promosi kesehatan ini menegaskan pentingnya literasi konsumen dan peran aktif masyarakat dalam melindungi diri dari praktik curang. Jika Anda mengalami kejadian serupa, jangan ragu untuk melaporkan dan menyuarakannya demi mencegah lebih banyak korban di masa mendatang.
















