Waspada Penyakit Pasca Banjir: Jaga Anak dari Leptospirosis & Diare dengan 10 Cara Ini
Banjir mungkin sudah berlalu dari lingkungan kita. Air kotor perlahan surut. Namun, bukan berarti bahaya ikut menghilang. Justru, fase pasca banjir adalah waktu paling kritis.
Banyak risiko kesehatan mengintai, terutama bagi anak-anak yang sistem imunnya masih rentan.
Pemerintah, melalui Dinas Kesehatan Kota Medan, telah mengeluarkan imbauan penting. Tujuannya satu: menjaga kamu dan keluarga tetap aman.
10 Hal yang Wajib Kamu Cek Setelah Banjir
Berikut adalah panduan lengkap berdasarkan poin-poin dari Dinas Kesehatan.
Jangan Biarkan Anak Bermain di Sisa Genangan
Ini adalah aturan nomor satu. Air banjir mengandung jutaan bakteri kotoran. Selain itu, ada risiko zat kimia berbahaya. Kuman penyebab penyakit pasca banjir sangat mudah menular melalui kontak kulit. Jadi, pastikan anak-anak bermain di tempat kering dan aman.
Cuci dan Sterilkan Mainan Anak
Mainan yang terendam banjir harus dibersihkan total. Mainan keras bisa kamu cuci pakai sabun dan disinfektan. Di sisi lain, mainan berbahan kain atau boneka yang basah terlalu lama sebaiknya dibuang. Bakteri sudah pasti bersarang di sana.
Bila Ada Luka, Langsung Bersihkan dan Tutup Rapat
Luka kecil yang terpapar air kotor sangat cepat terinfeksi. Oleh karena itu, jika kamu atau anak terluka, segera bersihkan lukanya. Gunakan antiseptik, lalu tutup rapat dengan perban kedap air. Ini mencegah kuman penyakit pasca banjir masuk ke dalam tubuh
Hati-hati Bila Ada Demam, Mata Merah & Badan Pegal
Ini adalah gejala khas Leptospirosis. Leptospirosis adalah salah satu penyakit pasca banjir paling mematikan. Penyebabnya adalah bakteri dari kotoran tikus yang terbawa air banjir. Segera periksa ke dokter jika gejala ini muncul. Semakin cepat ditangani, semakin baik.
Waspada Diare & Keracunan Makanan
Diare adalah penyakit pasca banjir yang sangat umum terjadi. Hal ini karena sumber air minum seringkali terkontaminasi. Gunakan selalu air minum yang sudah dimasak mendidih atau air kemasan yang aman. Selain itu, buang makanan yang tidak disimpan dingin saat listrik padam. Jangan ambil risiko keracunan makanan.
Gunakan Lotion Anti Nyamuk dan Cek Wadah Genangan Air
Genangan air adalah sarang nyamuk Aedes Aegypti, pembawa demam berdarah. Musim setelah banjir berisiko tinggi terjadi peningkatan infeksi yang ditularkan nyamuk. Oleh karena itu, gunakan lotion anti nyamuk. Cek juga wadah seperti kaleng bekas atau ban bekas di sekitar rumah kamu.
Pastikan Semua Alat Elektronik Kering
Anak-anak sangat eksploratif. Mereka bisa menyentuh kabel atau stopkontak yang masih basah. Pastikan keamanan listrik 100%. Keringkan semua alat elektronik termasuk kabelnya. Panggil teknisi listrik jika kamu ragu atau butuh bantuan.
Keringkan Ruangan Secepatnya & Buka Ventilasi
Dinding yang lembap memicu pertumbuhan jamur. Jamur ini bisa menyebabkan batuk dan alergi pada anak. Buka semua jendela. Keringkan lantai dan dinding secepat mungkin. Sirkulasi udara yang baik sangat penting mencegah penyakit pasca banjir terkait pernapasan.
Peluk, Ajak Anak Bicara, dan Kembalikan Rutinitas
Banjir adalah bencana yang traumatis. Anak bisa mengalami stres, menjadi lebih manja (clingy), takut, atau marah-marah. Pelukan dan komunikasi positif sangat membantu. Kembalikan rutinitas normal mereka secepat mungkin. Ini membantu mereka merasa aman kembali.
Cek 100% Tidak Ada Hewan Liar di Rumah
Setelah banjir, banyak hewan seperti ular, biawak, tikus, dan serangga mencari tempat kering. Mereka bisa saja bersembunyi di langit-langit atau basement rumah kamu. Lakukan pengecekan menyeluruh. Hewan-hewan ini bisa membawa penyakit pasca banjir atau bahkan melukai anggota keluarga.
















