Menikmati Kota dan Sejarahnya
Kota Medan memiliki banyak tempat wisata terutama yang bertemakan sejarah dan bertebaran disetiap sudut ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Kehadiran kota Medan yang sudah ada sejak penjajahan belanda membuat kota Melayu deli ini memiliki banyak tujuan wisata terutama terkait dengan sejarah.
Tujuan wisata yang bertemakan sejarah ini sejalan dengan perjalanan kota Medan yang sudah dari dulu dikenal sebagai kota perdagangan terutama di Sumatera Timur. Peninggalan kolonial ini sangat cocok bagi anda yang ingin mengetahui perjalanan dan sejarah kota Medan.
Berikut 5 Tempat Wisata Kota Medan yang bertemakan Sejarah
Masjid Raya Al Mahsun
Masjid yang dibangun oleh kesultanan Deli pada tahun 1906 ini dikerjakan dalam waktu 3 tahun dan selesai pada tahun 1909. Masjid Raya Medan merupakan salah satu masjid tertua di Medan. Pembangunan masjid ini dimulai oleh pemerintahan Sultan Ma’mun Alrasyid Perkasa Alam, Sultan Deli pada saat itu.
Arsitektur masjid ini memadukan gaya arsitektur India, Spanyol dan Melayu. Gaya arsitektur India pada bangunan ini terlihat dari motif motif dan ornamen yang terdapat didalam dinding masjid. Sedangkan gaya Spanyol terlihat jelas dari ornamen melengkung dan kaca patri yang berwarna warni dan memiliki ukuran yang besar. Tiang masjid juga terbuat dari marmer yang dikirim dari italia.
Masjid raya Al Mahsun terletak di jalan Sisingamangaraja Medan yang berdekatan dengan pusat pemerintahan kesultanan Deli, Istana Maimun.
Istana Maimun
Membicarakan kota Medan tidak akan pernah lepas dengan Istana Maimun karena istana milik Kesultanan Deli ini sudah berdiri sejak 1891. Pembangunannya dimulai dari tahun 1888. Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah adalah orang yang membangun istana ini.
Sebelum pindah ke Istana Maimun, kerajaan Deli berpusat di daerah Medan Labuhan sekarang, mengarah ke Pelabuhan Belawan saat ini. Disana juga banyak peninggalan kerajaan Deli yang sampai saat ini masih bisa dikunjungi seperti Masjid Al-Osmani.
Baca Juga: Jejak Sejarah Istana Maimun Medan, Simbol Kejayaan Melayu Deli
Istana Maimun merupakan saksi beradaan kota Medan dengan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Deli ketika itu dan menjadikan kawasan sekitarnya yang disebut dengan nama Kota Matsum. Diwilayah ini juga terdapat Masjid Raya Al Mahsun dan Taman Deli yang juga menjadi saksi perjalanan kerajaan penguasa wilayah kota Medan saat itu.
Kesawan
Jika Masjid Raya Al Mahsun dan Istana Maimun menjadi saksi mata sejarah kota Medan dari sisi Pemerintahan Kerajaan Deli, maka kawasan Kesawan menjadi saksi sejarah kota Medan yang dipenuhi bangunan kolonial belanda.
Dikawasan ini masih banyak terdapat bangunan yang menjadi saksi sejarah perjalanan kota Medan, mulai dari Masjid Bengkok yang terletak didalam Jalan Masjid, Kafe tua Tip Top yang sudah berdiri dari tahun 1929 dan rumah saudagar legendaris kota Medan asal tiongkok Tjong A Fie yang keberadaannya selalu erat dengan perjalanan sejarah kota Medan.
Kawasan ini kini semakin populer dengan direvitalisasi menjadi lebih baik dan menunjukkan sisi kota Tua. Disudut utara kesawan terdapat lapangan Merdeka yang menjadi pusat keramaian warga kota Medan yang dikelilingi oleh banyak bangunan tua seperti Stasiun Kereta Api Medan, Gedung London Sumatera (Lonsum), Aston Hotel yang dulunya adalah kantor walikota Medan era Kolonial,
Ada juga hotel tertua di Kota Medan, de Boer yang kini berada didalam Hotel Grand Inna Medan yang tepat bersebrangan dengan Kantor Pos Medan yang kini berubah nama Menjadi Pos Bloc, tempat wisata kuliner.
Dengan kata lain, hampir separuh perjalanan sejarah kota Medan bisa dilihat dari kawasan ini.
Kuil Shri Mariamman
Kuil yang terletak dikawasan Kampung Madras Medan atau dulu dikenal sebagai Kampung Keling ini sudah berdiri sejak 1881. Nama shri Mariamman dari awal pendirian kuil ini yang didirikan untuk memuja Dewi Maariamman, Dewi hujan yang dipuja di Hindu India Selatan.
Kuil ini merupakan tempat paling ramai yang dikunjungi oleh Umat Hindu di Kota Medan, terutama Hindu India. Waktu yang paling cocok untuk mengunjungi kuil ini adalah ketika festival Deepawali dan Thaipusam.
Kuil ini juga menjadi saksi masuknya etnis asal madras, India Selatan oleh karenanya kota Medan menjadi kota yang memiliki suku Tamil terbanyak di Indonesia.
Menara Air Tirtanadi
Menara yang menjadi pusat penyaluran air bersih untuk kawasan kota Medan jaman kolonial ini terletak di Jalan Sisingamangaraja Medan. Lokasinya tepat berada di kantor utama PDAM Tirtanadi. Menara ini dibangun pada 8 September 1905.
Pembangunan menara yang sangat penting dalam perjalanan sejarah kota Medan awalnya disponsori oleh Deli Maatsxhapij, perusahaan perkebunan dan terluas di Sumut kala itu. Izin membangunnya diperoleh dari Sultan Deli untuk sumber air di Sibolangit.
Menara ini juga menjadi salah satu Icon kota Medan yang menandai berubahnya status kota Medan yang awalnya sebatas Kampung, menjadi Kota.
















