6 Penyebab Pengajuan KUR BRI 2025 Ditolak dan Solusinya
Mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2025 adalah pilihan tepat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan modal dengan bunga rendah dan syarat yang lebih ringan.
Namun, tidak semua pengajuan KUR BRI disetujui. Banyak calon debitur yang merasa kecewa karena pengajuan mereka ditolak, tanpa mengetahui alasan pasti.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan pengajuan KUR BRI ditolak, mulai dari masalah riwayat kredit hingga ketidaksesuaian dokumen.
Untuk menghindari hal tersebut, simak enam penyebab utama penolakan pengajuan KUR BRI 2025 beserta solusinya agar Anda tetap bisa mendapatkan akses pembiayaan.
1. Limit Akumulasi Penerimaan KUR Sudah Habis
Penyebab umum pengajuan KUR BRI ditolak adalah karena nasabah sudah mencapai batas maksimal penerimaan KUR.
Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membatasi jumlah pinjaman KUR untuk mendorong UMKM naik kelas.
Untuk usaha non-produksi seperti perdagangan dan jasa, batas maksimal KUR adalah Rp200 juta, sementara untuk usaha produksi atau industri, batas maksimalnya Rp500 juta.
Jika limit ini sudah tercapai, nasabah tidak dapat mengajukan KUR mikro lagi.
2. Pengajuan Tidak Sesuai dengan Wilayah Domisili
KUR mikro hanya dapat diajukan di unit BRI yang sesuai dengan domisili nasabah.
Jika Anda mengajukan KUR di luar wilayah tempat tinggal Anda, pengajuan kemungkinan besar akan ditolak.
3. Riwayat Pembayaran Buruk atau Kredit Macet
Bank akan memeriksa riwayat pembayaran pinjaman sebelumnya.
Jika Anda memiliki kredit macet atau pernah terlambat membayar, pengajuan KUR BRI bisa ditolak.
Pastikan Anda menjaga riwayat kredit yang baik untuk meningkatkan peluang pengajuan Anda.
4. Tidak Memiliki Agunan yang Memadai
Beberapa jenis KUR membutuhkan agunan sebagai syarat
Jika agunan yang Anda miliki tidak memenuhi ketentuan bank, pengajuan KUR bisa gagal.
Pastikan agunan yang Anda tawarkan sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh pihak BRI.
5. Tidak Memiliki NPWP Aktif
Untuk pengajuan KUR Ritel dengan plafon lebih dari Rp100 juta, memiliki NPWP aktif adalah syarat wajib.
Jika Anda tidak memiliki atau tidak memperbarui NPWP, pengajuan KUR bisa ditolak.
Pastikan Anda sudah memiliki NPWP yang aktif dan terupdate untuk pengajuan KUR.
6. Kantor BRI Memiliki Tingkat Kredit Macet Tinggi
Beberapa kantor cabang BRI dengan rasio kredit macet (NPL) tinggi akan menerapkan kebijakan lebih ketat dalam memberikan pinjaman.
Dalam beberapa kasus, plafon pinjaman hanya diperbolehkan naik maksimal 30% dari pinjaman sebelumnya.
Hal ini bisa menjadi alasan pengajuan KUR ditolak.
Alternatif Pinjaman Jika KUR BRI Ditolak
Jika pengajuan KUR BRI Anda ditolak, Anda masih memiliki beberapa alternatif pinjaman yang bisa dipertimbangkan:
- Kupedes Rakyat (Kuprak): Kredit komersial BRI dengan plafon hingga Rp100 juta tanpa jaminan sertifikat tanah untuk pinjaman di bawah Rp50 juta.
- Kupedes BRI: Kredit umum pedesaan dengan plafon hingga Rp200 juta, namun memerlukan agunan yang memadai.
- KUR Ritel BRI: Kredit dengan plafon antara Rp100 juta hingga Rp500 juta, yang memerlukan NPWP dan agunan.
Jika Anda telah mengambil alternatif pinjaman di atas, Anda tidak akan bisa mengajukan KUR mikro.
Pastikan Anda memilih pinjaman yang sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan usaha Anda.
Dengan mengetahui penyebab penolakan pengajuan KUR dan solusi yang tersedia, Anda bisa lebih siap dalam mengajukan pinjaman KUR BRI atau alternatif lainnya.

















