Pemerintah Kota (Pemkot) Medan akan membangun infrastruktur jalan guna ketahanan dan keindahan. Revitalisasi ini disebutkan dalam Rapat Kerja Tematik-II.
Berdasarkan pantauan kru Medanaktual ada beberapa trotoar yang sudah dikatakan berlubang sehingga membahayakan pejalan. Daerah diantaranya ialah Putri Hijau, Jalan Kejaksaan, Jalan Partimura, jalan Adam Malik dan banyak lagi yang lainnya yang belum terpantau oleh kru Medanaktual.
Berdasarkan Sosial media Instragram Resmi @pemkot.medan revitalisasi trotoar menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Medan dalam upaya memperbaiki wajah kota dan meningkatkan kenyamanan publik. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam Rapat Kerja Tematik-II yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Medan.
“Niat kita sudah baik, namun infrastruktur jalan dan trotoar masih banyak yang belum rapi. Saya minta setiap ruas jalan dan trotoar memiliki standarisasi ukuran yang jelas. Penataan harus dimulai dari inti kota secara terencana, baru kemudian menyisir ke area pinggiran,” ujar Rico dalam keterangan yang ditulis yang diliat kru, Sabtu (17/01/2026).
Selain persoalan desain, Rico Waas juga menyoroti kerusakan trotoar yang disebabkan oleh pertumbuhan akar pohon. Ia meminta agar solusi teknis yang diterapkan mampu menjaga kekuatan trotoar tanpa mengorbankan unsur lingkungan.
“Buat cara terbaik, supaya akar pohon tidak merusak lagi, saya harap apa yang kita bangun memiliki umur yang panjang,” bilang Rico Waas.
Dalam penataan kota, Rico Waas menegaskan bahwa vegetasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari infrastruktur. Perencanaan tanaman, menurutnya, harus dilakukan sejak awal oleh Dinas Lingkungan Hidup.
“DLH harus memastikan tanaman yang digunakan bagaimana perawatannya, harus yang keras dan kuat, namun tetap memunculkan keindahan,” ujar Rico Waas.
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar bekerja secara terintegrasi dan mengesampingkan ego sektoral. Menurutnya, perencanaan yang tidak sinkron berpotensi menyebabkan proyek dibongkar dan dikerjakan ulang.
“Kalau bisa semuanya sekali jalan. Jangan berulang-ulang dibongkar. Penganggaran harus konkret, efektif, dan efisien. Kita harus melakukan penghematan dengan perencanaan yang matang,” jelasnya di hadapan para kepala dinas.
Rico Waas turut menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kualitas pekerjaan infrastruktur. Ia meminta Inspektorat terlibat aktif dalam mengawasi seluruh vendor yang terlibat.
“Saya tidak mau pengerjaan yang asal-asalan. Vendor harus memberikan kualitas terbaik agar infrastruktur kita berumur panjang. Ini demi masa depan Kota Medan,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas SDABMBK, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup, memaparkan rencana kerja revitalisasi infrastruktur tahun 2026. Revitalisasi trotoar diharapkan mampu menciptakan ruang kota yang aman, tertata, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

















