Adab Bertetangga Menurut Rasulullah: Hak dan Kewajibannya
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga hubungan sosial dengan baik, termasuk dengan tetangga.
Rasulullah menekankan pentingnya adab bertetangga karena hal itu mencerminkan keimanan dan akhlak seseorang.
Bahkan, Nabi pernah bersabda bahwa seseorang tidak benar-benar beriman jika tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.
Menjaga Hak Tetangga dalam Islam
Rasulullah mengajarkan bahwa tetangga memiliki hak yang besar dalam kehidupan seorang Muslim.
Hak ini tidak hanya terbatas pada salam atau sapaan, tapi juga mencakup rasa aman, bantuan saat kesulitan, hingga tidak menyakiti perasaan mereka.
Beliau bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa menjaga perasaan dan kenyamanan tetangga adalah bagian dari iman.
Memberi, Bukan Mengganggu
Islam mendorong umatnya untuk aktif memberi manfaat kepada tetangga.
Rasulullah mengajarkan agar seorang Muslim tidak segan berbagi makanan, membantu saat sakit, atau sekadar menyapa dengan ramah.
Jika tidak bisa memberi sesuatu, cukup dengan tidak mengganggu.
Rasulullah bahkan menyebutkan bahwa seseorang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan, bisa menjadi sebab dimurkai Allah.
Artinya, peduli pada keadaan tetangga adalah kewajiban sosial yang tidak bisa diabaikan.
Sabar dan Saling Menjaga
Adab bertetangga juga mencakup sikap sabar dan menjaga hubungan baik.
Rasulullah SAW pernah menasihati sahabatnya agar bersabar dengan tetangga yang bersikap kurang baik, karena pahala orang yang bersabar sangat besar.
Daripada membalas keburukan, Rasulullah mengajarkan agar umatnya tetap menahan diri, berbuat baik, dan mendoakan kebaikan bagi tetangganya.
Dengan sikap ini, lingkungan akan lebih damai dan penuh keberkahan.
Kesimpulan
Rasulullah menempatkan hubungan dengan tetangga sebagai bagian penting dalam hidup seorang Muslim.
Adab bertetangga bukan hanya soal etika, tapi juga cermin keimanan.
Memberi, menjaga, dan bersabar terhadap tetangga menjadi bagian dari ajaran yang bisa memperkuat ukhuwah dan menciptakan lingkungan yang harmonis.
Islam tidak hanya mengatur ibadah personal, tapi juga kehidupan sosial sehari-hari.
Maka, mari kita hidupkan kembali semangat bertetangga yang diajarkan Rasulullah.













