Akhir Juli 2025 Medan Panas dan Berangin, Ini Penyebabnya
Akhir Juli 2025, warga Medan menghadapi cuaca yang tidak biasa. Panas menyengat dengan suhu mencapai 37,8°C disertai angin kencang hingga 50 km/jam membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Fenomena ini bukan sekadar cuaca biasa. Menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), sejumlah faktor alam turut memicu kondisi ekstrem ini. Mari kita bahas lebih dalam.
Penyebab Utama Panas dan Angin Kencang di Medan
Musim Kemarau Mulai Mendominasi
Medan mulai memasuki musim kemarau sejak pertengahan Juli 2025.
Musim ini ditandai dengan berkurangnya curah hujan, langit cerah, dan sinar matahari yang lebih intens. Hal ini menyebabkan suhu udara meningkat drastis terutama pada siang hari.Angin Monsun Australia
Selain itu, Angin Monsun Australia menjadi penyebab dominan angin kencang.
Angin ini bertiup dari Benua Australia yang sedang musim dingin menuju Asia Tenggara, membawa udara kering dan cepat. Efeknya terasa kuat di wilayah Sumatera bagian utara, termasuk Medan.Siklon Tropis di Samudra Pasifik
Di sisi lain, terbentuknya siklon tropis Wipha di perairan sekitar Filipina juga berdampak.
Meskipun lokasinya jauh, pola angin dan tekanan udara yang berubah ikut mempercepat hembusan angin di wilayah Medan.
Dampak Cuaca Panas dan Angin Kencang bagi Masyarakat
Risiko Kebakaran dan Gangguan Aktivitas
Cuaca panas ekstrim dan angin kencang meningkatkan risiko kebakaran terutama di area rawan seperti lahan gambut dan perkotaan. Oleh karena itu, warga diimbau berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.
Dampak Terhadap Kesehatan
Selain itu, suhu yang panas dan kering bisa meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan kulit. Angin kencang juga dapat membawa debu dan polutan yang memicu gangguan pernapasan, terutama bagi penderita asma dan alergi.















