Senin, 2 Februari 2026
Medan Aktual
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan Aktual
No Result
View All Result
Home Artikel

Aktivitas Sepele, Dampak Jejak Karbon Mematikan

Zacky by Zacky
2 Januari 2026
in Artikel, Health, Info, Informasi, Kesehatan
0
Aktivitas Sepele, Dampak Jejak Karbon Mematikan
189
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perubahan iklim menjadi isu global yang semakin nyata dampaknya bagi kehidupan manusia. Salah satu penyebab utamanya adalah tingginya jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

Jejak karbon merujuk pada jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer akibat aktivitas manusia. Emisi ini berasal dari penggunaan energi, transportasi, pola konsumsi, hingga pengelolaan limbah.

Langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah menghemat penggunaan listrik di rumah. Mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan dapat membantu mengurangi konsumsi energi berbasis fosil.




Dampak yang ditimbulkan oleh tingginya jejak karbon mencakup berbagai persoalan serius, seperti anomali cuaca atau cuaca ekstrem, peningkatan suhu bumi, mencairnya es di wilayah kutub, naiknya permukaan laut, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan curah hujan ekstrem. Mengutip Databoks berdasarkan catatan International Energy Agency (IEA), pada tahun 2020 emisi karbon global sempat mengalami penurunan akibat pembatasan aktivitas secara masif di berbagai negara selama pandemi Covid-19. Namun demikian, pada tahun 2021 emisi karbon kembali melonjak dan mencapai angka 36,3 gigaton karbon dioksida, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Jejak karbon yang berlebihan tersebut kemudian memberikan dampak negatif, baik terhadap kehidupan manusia sehari-hari maupun terhadap kondisi bumi secara keseluruhan. Jika demikian, aktivitas manusia apa saja yang berkontribusi dalam menghasilkan jejak karbon? Mari kita bahas satu per satu.




Penggunaan Kendaraan Berbahan Bakar Fosil (bensin, solar, atau gas)
Tingginya intensitas penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar fosil menjadikan aktivitas ini sebagai salah satu penyumbang utama jejak karbon. Kendaraan menghasilkan gas emisi yang dilepaskan ke udara, terutama saat kondisi lalu lintas macet, karena pembakaran bahan bakar fosil menjadi lebih banyak. Situasi ini berdampak pada menurunnya kualitas udara serta berpotensi mempercepat penipisan lapisan ozon, yaitu lapisan penting yang melindungi bumi dari paparan langsung sinar matahari.

Penggunaan Energi Listrik dan Air
Penggunaan energi listrik dan air juga turut menyumbang emisi jejak karbon. Hal ini disebabkan karena sebagian besar sumber energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik dan mengalirkan air masih bergantung pada proses pembakaran bahan bakar fosil, sehingga menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar.




Makanan yang Dikonsumsi
Menariknya, aktivitas konsumsi makanan sehari-hari juga berkontribusi terhadap jejak karbon. Makanan dapat menjadi sumber emisi bukan karena bahan pangannya semata, melainkan karena seluruh rangkaian proses yang menyertainya. Proses tersebut meliputi ekstraksi bahan baku, produksi, distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen, yang semuanya membutuhkan energi berbasis fosil. Selain itu, makanan yang terbuang dan menumpuk juga menghasilkan emisi tambahan. Terlebih jika bahan pangan didatangkan dari luar negeri, jumlah emisi yang dihasilkan selama proses pengangkutan tentu semakin besar.




Berbagai aktivitas tersebut mungkin terdengar sederhana dan kerap dianggap sepele. Namun, perlu disadari bahwa perubahan sekecil apa pun tetap memberikan dampak terhadap bumi dan seluruh kehidupan di dalamnya. The Lancet Countdown on Health & Climate Change mencatat bahwa rata-rata terjadi 306 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem setiap tahun, dengan peningkatan mencapai 46%. Sementara itu, mengutip cnbcindonesia.com, Indonesia berada di peringkat ke-9 sebagai negara penghasil emisi CO₂ terbesar di dunia, dengan total emisi mencapai 192,7 mtCO₂.

Pengelolaan sampah yang baik menjadi langkah lain yang tidak kalah penting. Memilah sampah organik dan anorganik serta menerapkan daur ulang dapat mengurangi emisi dari tempat pembuangan akhir.

Dengan menerapkan kebiasaan sederhana secara konsisten, masyarakat dapat berkontribusi dalam upaya mengurangi jejak karbon. Perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan di masa depan.




Tags: dampak jejak karbonjejak karbon

Related Posts

Sering Disebut Hedon? Ini Makna dan Bahayanya
Artikel

Self Reward Tak Harus Mahal, Ini Cara Menghargai Diri Tanpa Bikin Kantong Jebol

2 Februari 2026
Tak Ada Pendaftaran dan Titipan, Seleksi Siswa Sekolah Rakyat Berbasis Penjangkauan
Berita

Sekolah Rakyat Fokus Life Skills, Lulusan Diakui Negara dan Bisa Lanjut ke SMA Umum

1 Februari 2026
Sekolah Rakyat Deli Serdang Jadi Percontohan, Sasar Anak dari Keluarga Paling Rentan
Berita

Mensos Dorong Kemandirian KPM, Bansos Tak Boleh Jadi Ketergantungan

1 Februari 2026
Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Dorong Pendidikan Inklusif Tanpa Diskriminasi
Berita

Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Dorong Pendidikan Inklusif Tanpa Diskriminasi

1 Februari 2026
Kemensos Salurkan Santunan Korban Banjir, Gus Ipul Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Berita

Kemensos Salurkan Santunan Korban Banjir, Gus Ipul Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

1 Februari 2026
ChatGPT Kini Bisa Prediksi Usia demi Lindungi Anak
Artikel

Google Dorong Transformasi Search dengan Gemini 3, Tantang Dominasi ChatGPT

30 Januari 2026
Next Post
Purbaya: Kenaikan Gaji ASN 2026 Menunggu Kinerja Keuangan Kuartal I

Purbaya: Kenaikan Gaji ASN 2026 Menunggu Kinerja Keuangan Kuartal I

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

9 Juli 2025
BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

21 Juli 2025
Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

10 Juli 2025
Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

9 Juli 2025
Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

30 Juli 2025

EDITOR'S PICK

Segera Cair! Berikut Syarat Ketentuan Bansos KJP Tahap 1 2025

Segera Cair! Berikut Syarat Ketentuan Bansos KJP Tahap 1 2025

26 Februari 2025
Cara Daftar Garuda ID: Syarat Wajib untuk Beli Tiket Timnas Indonesia 2025

Cara Daftar Garuda ID: Syarat Wajib untuk Beli Tiket Timnas Indonesia 2025

13 Agustus 2025
Harga Gas Elpiji 3, 5.5, 12 Kg di Agen & Pengecer

Harga Gas Elpiji 3, 5.5, 12 Kg di Agen & Pengecer

10 Februari 2025
Program Keluarga Harapan Tahap Akhir 2025

Jangan Ketinggalan! Panduan Cek Penerima Bansos PKH Tahap Akhir 2025

23 Desember 2025

Redaksi Medanaktual.com
Jl. Gunung Mahameru No 3 Lantai 2
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Email : medanaktual.com@gmail.com

© 2025 Medanaktual.com

  • Berita
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.