Aripay Tambunan: Disiplin, Kesetiaan, dan Kehormatan adalah Pilar Kemajuan Bangsa
Legislator DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra, Dr. H. Aripay Tambunan, MM, menegaskan bahwa perilaku di jalan raya mencerminkan karakter bangsa. Menurutnya, penerapan nilai Pancasila tidak dapat dipisahkan dari kedisiplinan, kesetiaan, dan kehormatan warga negara.
“Bangsa tidak mungkin maju tanpa disiplin. Ia akan rapuh tanpa kesetiaan. Dan ia akan kehilangan martabat tanpa kehormatan,” tegas Aripay Tambunan.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda kini berada di tengah arus budaya global yang deras. Karena itu, penguatan karakter kebangsaan harus dilakukan lebih intensif dan terarah.
Etika Berlalu Lintas Jadi Indikator Keberhasilan Pendidikan Pancasila
Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. Robie Fanreza, S.Pd.I, M.Pd.I, menekankan bahwa jalan raya adalah salah satu ruang publik yang paling realistis untuk mengukur sejauh mana nilai Pancasila diterapkan.
“Cara kita memperlakukan pengguna jalan lain adalah bukti paling nyata apakah nilai kebangsaan benar-benar hidup di dalam diri kita,” jelas Robie.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai pelanggaran lalu lintas merupakan tanda lemahnya penerapan etika dan karakter. Data Korlantas Polri menunjukkan lebih dari 152 ribu kecelakaan sepanjang 2024, yang sebagian besar terjadi akibat rendahnya disiplin berkendara dan kurangnya penghormatan terhadap hak pengguna jalan lain.
Bagi Robie, masalah ini tidak hanya menyangkut keselamatan, tetapi juga menggambarkan kualitas karakter bangsa.
Ruang Publik sebagai Media Praktik Pendidikan Karakter
Sekretaris Dikdasmen Sumatera Utara, Miftah Fariz, MA, menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup dilakukan di kelas. Pelajar harus menerapkan nilai Pancasila di ruang publik—terutama di jalan raya—sebagai wujud nyata etika, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama.
Menurutnya, ketika pelajar mampu menunjukkan perilaku berkendara yang tertib dan menghormati hak pengguna jalan lain, maka nilai-nilai Pancasila sudah benar-benar terimplementasi dalam tindakan.
Menguatkan Sinergi untuk Membumikan Pancasila
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan kepada sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem pendidikan karakter secara berkelanjutan.
Nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi materi pelajaran, tetapi menjadi bagian dari perilaku nyata generasi muda Indonesia.
Dengan terus menerapkan etika di jalan raya dan ruang publik lainnya, jalan raya dapat menjadi simbol kedewasaan bangsa dan bukti keberhasilan pendidikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

















