Arti Bahasa Melayu Medan Beserta Contohnya Dalam Sehari-hari
Bahasa Melayu Medan adalah salah satu dialek unik yang berkembang di Kota Medan, Sumatera Utara. Dialek ini sering disebut juga sebagai cakap Melayu Medan oleh para penuturnya. Selain memiliki ciri khas tersendiri, bahasa ini juga kaya akan kosakata yang berbeda makna jika dibandingkan dengan bahasa Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu, mengenal arti dan contoh penggunaannya sangat penting, terutama bagi Anda yang ingin lebih memahami budaya Medan atau berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Apa Itu Bahasa Melayu Medan?
Bahasa Melayu Medan merupakan turunan dari bahasa Melayu Deli dan digunakan oleh masyarakat multietnis di Kota Medan, khususnya suku Melayu Deli. Kota Medan sendiri dihuni oleh berbagai suku, seperti Jawa, Batak, Tionghoa, Minangkabau, dan lainnya. Namun, bahasa Melayu Medan tetap menjadi salah satu identitas lokal yang kuat. Selain itu, bahasa ini juga menyerap banyak kosakata dari berbagai bahasa daerah lain, sehingga menjadi bahasa pergaulan sehari-hari di Medan
Contoh Bahasa Melayu Medan
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Medan, banyak digunakan kata-kata khas yang unik dan terkadang membingungkan bagi orang luar. Berikut beberapa kosakata populer beserta artinya dan contoh penggunaannya dalam percakapan:
Aci
Dalam Bahasa Medan, aci berarti “boleh”.
Contohnya: “Aci aku ikut, ya?” yang berarti “Boleh aku ikut, ya?”Begadoh
Kata ini berarti “berkelahi” atau “bertengkar”.
Contoh penggunaan: “Jangan begadoh, nanti dimarahi Mamak.”Bonbon
Bonbon dalam Bahasa Medan adalah sebutan untuk “permen”.
Contohnya: “Beli bonbon di kede sana, ya.”Ecek-ecek
Makna kata ini adalah “pura-pura”.
Misalnya: “Jangan ecek-ecek sakit, ya.”Kede
Istilah ini merujuk pada “warung” atau toko kecil.
Contoh: “Pergi ke kede beli gula.”Kereta
Menariknya, kata “kereta” dalam Bahasa Medan bukanlah kereta api, melainkan “sepeda motor”.
Misalnya: “Naik kereta ke sekolah, ya.”Langgar
Kata ini digunakan untuk menyebut “menabrak”.
Contoh: “Jangan langgar orang di jalan.”Lasak
Digunakan untuk menggambarkan seseorang yang “tidak bisa diam”.
Misalnya: “Anak itu lasak kali, bah.”Mandi
Uniknya, mandi dalam Bahasa Medan bisa berarti “teh manis dingin”.
Contohnya: “Pesan mandi satu, Bang.”Pajak
Bukan tentang pajak negara, di Medan kata ini berarti “pasar tradisional”.
Misalnya: “Antar Mamak ke pajak, ya.”Pasar
Dalam dialek Medan, pasar justru berarti “jalan raya”.
Contoh: “Jangan main di pasar, bahaya.”Palak
Kata ini menunjukkan kondisi “kesal” atau “emosi”.
Contoh: “Lagi palak aku hari ini.”Paok
Digunakan untuk menyebut seseorang yang dianggap “bodoh”.
Contohnya: “Jangan paok kali, kau.”Tengok
Artinya “lihat” atau “menengok”.
Misalnya: “Tengok dulu siapa di luar.”Weh
Kata sapaan informal, setara dengan “hai” atau memanggil teman.
Contohnya: “Weh, kelen mau ke mana?”Kelen
Artinya “kalian”, bentuk jamak dari kamu.
Misalnya: “Kelen jangan ribut di sini.”Abang/Kakak
Digunakan seperti “Mas” atau “Mbak” untuk memanggil orang yang lebih tua atau pelayan toko/kedai.
Contoh: “Bang, pesan kopi satu.”















