Awas! Inilah 3 Perilaku yang Menjadikan Allah Tidak Ridha
Ridha Allah merupakan tujuan tertinggi dalam kehidupan seorang Muslim. Setiap ibadah, amal, dan perjuangan hidup seharusnya mengarah pada satu tujuan utama, yaitu memperoleh kerelaan Allah.
Namun, dalam perjalanan hidup sehari-hari, tanpa disadari manusia sering melakukan perbuatan yang justru menjauhkan diri dari ridha-Nya. Islam telah memberikan peringatan yang jelas tentang perilaku-perilaku tertentu yang sangat Allah benci karena merusak iman, akhlak, dan tatanan sosial.
Memahami perilaku yang mendatangkan murka Allah menjadi langkah penting agar seorang Muslim mampu menjaga diri dan memperbaiki sikap. Berikut tiga perilaku berbahaya yang dapat menyebabkan Allah tidak ridha, sebagaimana dijelaskan dalam ajaran Islam.
1. Kesombongan yang Menutup Pintu Kebenaran
Kesombongan menempati posisi paling berbahaya dalam daftar penyakit hati. Seseorang yang sombong merasa dirinya lebih baik, lebih suci, dan lebih benar dibandingkan orang lain. Sikap ini membuat hati tertutup dari nasihat dan kebenaran, meskipun kebenaran tersebut datang dengan bukti yang jelas.
Dalam Islam, kesombongan bukan hanya soal sikap lahiriah, tetapi juga tentang perasaan batin yang merendahkan orang lain. Seseorang bisa terlihat sederhana, namun hatinya dipenuhi rasa bangga diri.
Kesombongan menjadi sebab utama kejatuhan Iblis, yang menolak perintah Allah karena merasa lebih mulia dari Nabi Adam. Perilaku ini membuat seseorang sulit menerima kritik dan enggan mengakui kesalahan. Akibatnya, ia terus berada dalam kesesatan tanpa sadar.
Allah tidak menyukai hamba yang membanggakan dirinya sendiri, karena kesombongan menghapus nilai ibadah dan menghancurkan hubungan sosial. Islam justru mengajarkan kerendahan hati sebagai tanda kedewasaan iman.
2. Mengabaikan Amanah dan Tanggung Jawab
Amanah merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Islam memandang amanah sebagai bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan penuh kesungguhan. Ketika seseorang mengkhianati amanah, ia tidak hanya merugikan manusia, tetapi juga melanggar perintah Allah.
Perilaku mengabaikan amanah muncul dalam berbagai bentuk. Menyalahgunakan jabatan, berbohong dalam pekerjaan, mengingkari janji, serta lalai terhadap kewajiban keluarga termasuk bagian dari pengkhianatan amanah. Semua perbuatan ini merusak kepercayaan dan menciptakan ketidakadilan.
Allah tidak ridha kepada hamba yang menganggap amanah sebagai beban, bukan sebagai tanggung jawab mulia. Islam mengajarkan bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban kelak.
Orang yang menjaga amanah menunjukkan integritas dan ketakwaan, sedangkan pengkhianatan amanah menandakan lemahnya iman dalam hati.
3. Meremehkan Dosa dan Terus Mengulanginya
Salah satu kesalahan terbesar manusia adalah menganggap dosa sebagai hal biasa. Ketika dosa terasa ringan, hati menjadi tumpul dan kehilangan kepekaan terhadap peringatan Allah. Perilaku ini sering terjadi saat seseorang terbiasa melakukan kesalahan yang sama tanpa rasa bersalah.
Meremehkan dosa membuat seseorang enggan bertaubat. Ia merasa Allah Maha Pengampun tanpa disertai usaha memperbaiki diri. Padahal, rahmat Allah selalu berjalan seiring dengan tanggung jawab dan kesungguhan untuk berubah.
Dosa kecil yang terus dilakukan dapat menumpuk dan menjerumuskan seseorang ke dalam kebinasaan. Islam mengajarkan agar setiap kesalahan segera diikuti dengan penyesalan dan taubat.
Orang yang sadar akan dosanya justru lebih dekat dengan ridha Allah dibandingkan mereka yang merasa aman dalam maksiat. Allah tidak ridha kepada hamba yang menunda taubat dan terus menormalisasi perbuatan dosa.
Dampak Perilaku yang Mengundang Murka Allah
Ketiga perilaku tersebut tidak hanya berdampak pada hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial. Kesombongan memicu perpecahan, pengkhianatan amanah merusak kepercayaan, dan dosa yang dinormalisasi menciptakan masyarakat yang kehilangan nilai moral.
Islam hadir untuk menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia. Ketika seseorang menghindari perilaku yang Allah benci, ia tidak hanya menjaga imannya, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya kehidupan yang lebih adil dan harmonis.
Jalan Menuju Ridha Allah
Untuk meraih ridha Allah, seorang Muslim perlu melakukan evaluasi diri secara rutin. Kerendahan hati, kejujuran dalam memegang amanah, dan kesungguhan dalam bertaubat menjadi kunci utama. Allah membuka pintu ampunan bagi siapa pun yang ingin kembali, selama nyawa belum sampai di tenggorokan.
Ridha Allah bukan sesuatu yang mustahil. Ia dapat diraih melalui sikap sederhana namun konsisten. Ketika seseorang berusaha menjauhi perilaku yang Allah benci dan menggantinya dengan akhlak mulia, ia sedang menapaki jalan keselamatan dunia dan akhirat.
Kesimpulan
Ridha Allah merupakan tujuan utama dalam kehidupan seorang Muslim. Kesombongan, pengkhianatan amanah, dan sikap meremehkan dosa termasuk perilaku yang dapat menjauhkan seseorang dari kerelaan Allah. Ketiga perilaku ini merusak iman, akhlak, dan kehidupan sosial.
Dengan menjaga kerendahan hati, memegang amanah dengan penuh tanggung jawab, serta segera bertaubat dari setiap kesalahan, seorang Muslim memiliki peluang besar untuk kembali meraih ridha Allah dan menjalani hidup yang lebih bermakna.
















