Pernahkah Anda menyadari berapa lama waktu yang dihabiskan untuk duduk dalam satu hari? Aktivitas yang terlihat sepele ini ternyata dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika dilakukan terus-menerus tanpa diimbangi pergerakan tubuh yang cukup.
Kebiasaan duduk terlalu lama kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bekerja di depan komputer, menyetir kendaraan, terjebak kemacetan, hingga bersantai menonton televisi dalam waktu lama. Tanpa disadari, durasi aktivitas fisik semakin berkurang, sementara rutinitas tetap berjalan seperti biasa.
Dilansir dari halaman resmi siloam hospital Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, risiko gangguan kesehatan pun meningkat, terutama bila disertai pola makan tidak seimbang dan minim olahraga. Duduk berlebihan dapat berdampak langsung pada fungsi tubuh, mulai dari otot hingga sistem peredaran darah.
Akibat Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan
Mengapa kebiasaan duduk terlalu lama perlu diwaspadai? Frekuensi duduk yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti melemahnya otot, gangguan tulang belakang, masalah pada kaki, hingga penurunan fungsi otak.
Meningkatkan risiko obesitas
Duduk dalam waktu lama dengan sedikit gerakan membuat pembakaran kalori menjadi tidak optimal. Kondisi ini mendorong penumpukan lemak tubuh dan meningkatkan risiko obesitas, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, terutama jika tidak disertai olahraga rutin.
Melemahnya otot
Aktivitas fisik seperti berdiri dan berjalan berperan penting dalam menjaga kekuatan otot, terutama otot perut dan pinggang. Saat tubuh terlalu lama berada dalam posisi duduk, otot jarang digunakan sehingga menjadi lemah dan kaku, yang pada akhirnya mengurangi mobilitas tubuh.
Gangguan leher dan tulang belakang
Tekanan pada tulang belakang meningkat ketika duduk terlalu lama, terlebih jika posisi duduk tidak tepat. Hal ini dapat memicu nyeri leher, punggung, serta gangguan pada cakram tulang belakang yang berisiko menimbulkan masalah kronis.
Gangguan pada kaki
Duduk berkepanjangan dapat menghambat aliran darah ke bagian bawah tubuh. Akibatnya, darah menumpuk di sekitar kaki dan pergelangan, yang berpotensi menyebabkan pembengkakan, varises, hingga pembentukan gumpalan darah berbahaya.
Penurunan kemampuan otak
Kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak saat duduk terlalu lama dapat menurunkan fungsi kognitif. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan produktivitas.
Cara Mengurangi Dampak Duduk Terlalu Lama
Bagi Anda yang memiliki pekerjaan dengan durasi duduk tinggi, ada beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan. Biasakan bangkit dari kursi setiap beberapa jam untuk berjalan ringan, mengisi air minum, atau sekadar melakukan peregangan.
Selain itu, tingkatkan aktivitas fisik harian dengan memilih tangga dibandingkan lift dan lakukan peregangan tubuh setiap 2–3 jam selama 5–10 menit. Kebiasaan kecil ini membantu melancarkan sirkulasi darah, menjaga fleksibilitas otot, serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Mengurangi durasi duduk dan meningkatkan gerak tubuh merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas hidup. Dengan perubahan sederhana dan konsisten, risiko penyakit akibat gaya hidup pasif dapat diminimalkan.
















