Seorang anak perempuan berusia lima tahun menjadi korban peluru nyasar saat terjadi tawuran antarkelompok di Belawan, Kota Medan, Senin (5/1/2026) malam. Korban bernama Asmi mengalami luka di bagian pelipis mata kanan akibat terkena peluru .
Saat kejadian, Asmi diketahui sedang bersama orang tuanya menaiki becak bermotor (bentor) dan melintas di lokasi tawuran. Peluru tersebut mengenai wajah korban ketika situasi di jalan sedang macet akibat bentrok tawuran antarkelompok.
Ibu korban, Romanda, mengatakan peristiwa itu terjadi di depan Kantor Pos Belawan, sebelum Rumah Sakit PHC.
“Kejadiannya tepat di depan Kantor Pos, sebelum Rumah Sakit PHC,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (06/01/2026).
Romanda menuturkan, saat itu dirinya dan anaknya berada di dalam bentor ketika tawuran tiba-tiba pecah.
“Kami lagi di dalam becak, jalan macet karena ada tawuran antar kampung, tiba-tiba entah dari mana peluru datang dan anak saya langsung minta tolong dalam keadaan sudah berdarah,” katanya.
Setelah kejadian, Romanda berusaha membawa anaknya ke Rumah Sakit PHC, namun akses menuju rumah sakit tersebut ditutup.
“Waktu itu Rumah Sakit PHC diblokir dan ditutup, jadi kami bawa ke klinik di belakang rumah sakit,” ujarnya.
Namun, pihak klinik menyatakan tidak berani menangani luka tersebut karena letaknya sangat dekat dengan mata.
“Dokternya bilang tidak berani menangani karena takut salah, karena lukanya dekat mata,” tutur Romanda.
Romanda juga mengungkapkan bahwa tawuran di kawasan tersebut kerap terjadi.
“Tawuran sudah sering, kami biasanya di rumah, memang naasnya pas hari itu kami keluar,” katanya.
Hingga kini, peluru senapan angin tersebut masih bersarang di area mata korban dan belum berhasil dikeluarkan. Romanda berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu pengobatan anaknya.
“Saya mohon kepada pemerintah, tolong bantu bagaimana supaya peluru di mata anak saya ini bisa dikeluarkan,” pungkasnya.
















