Bansos PKH, BPNT, dan PIP: Daftar Sekali, Bisa Dapat Tiga Bantuan
Tahu nggak? Dengan satu kali pendaftaran di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kamu bisa berpeluang mendapatkan tiga jenis bantuan sosial sekaligus: PKH, BPNT, dan PIP. Dan ya, cukup sekali daftar, manfaatnya bisa berlipat-lipat!
Pemerintah terus berupaya meringankan beban masyarakat prasejahtera melalui berbagai program bansos. Nah, yang paling populer dan menguntungkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Program Indonesia Pintar (PIP). Kabar baiknya, semua program ini terhubung melalui DTKS.
Daftar DTKS: Kunci Buka Semua Bantuan
DTKS adalah pintu masuk utama untuk mendapatkan berbagai bansos. Dengan mendaftar ke DTKS, data kamu akan dipertimbangkan untuk beragam program bantuan sesuai kategori dan kondisi keluarga. Misalnya:
Jika dalam keluarga ada ibu hamil atau anak balita, kamu bisa dapat PKH.
Kalau tergolong keluarga miskin, kamu bisa dapat BPNT berupa bantuan sembako bulanan.
Bila punya anak usia sekolah, mereka berpeluang menerima PIP berupa bantuan dana pendidikan.
Proses Mudah, Manfaat Maksimal
Pendaftarannya juga cukup sederhana. Siapkan KTP dan KK, lalu lapor ke RT/RW untuk minta pengantar ke kantor desa atau kelurahan. Selanjutnya, petugas akan memasukkan datamu ke sistem DTKS. Jika lolos verifikasi, tinggal tunggu penetapan penerima dari Kemensos.
Setelah terdaftar, kamu bisa cek secara berkala lewat website cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. Di situ akan terlihat apakah kamu masuk sebagai penerima bantuan atau belum.
Jangan Lewatkan Kesempatan Ini
Tiga bantuan dalam satu genggaman jelas bukan hal sepele. PKH bisa cair hingga Rp3 juta per tahun, BPNT rutin tiap bulan, dan PIP bisa bantu biaya sekolah anak-anak. Semua itu cuma bisa kamu dapatkan kalau data kamu tercatat di DTKS.
Kesimpulannya? Daftar DTKS sekarang juga!
Karena dengan satu langkah cerdas, kamu bisa buka peluang untuk tiga program bantuan penting sekaligus. Jangan tunda—manfaatkan peluang ini untuk meringankan beban keluarga dan masa depan anak-anak.
















Comments 3