Warga Diminta Waspada Hoaks
Pemerintah terus menyalurkan program bantuan sosial (bansos) terbaru kepada masyarakat sebagai upaya meringankan beban ekonomi di tengah tantangan hidup saat ini. Namun di tengah penyaluran bantuan yang resmi, muncul pula berbagai informasi palsu atau hoaks yang beredar di media sosial dan platform digital.Hoaks! Warga Diminta Waspada
Untuk itu, pemerintah dan berbagai pihak mengimbau masyarakat agar selalu hati-hati dan tidak mudah terpengaruh hoaks terkait bansos.
Program Bansos yang Sedang Disalurkan
Beberapa program bansos yang resmi sedang disalurkan antara lain:
Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) senilai Rp900.000 yang disalurkan secara bertahap untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat.
Program lain seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang juga sudah mencapai pembagian tahap tertentu di berbagai daerah.
Penerima bantuan dapat mengecek status bantuan mereka melalui situs resmi atau aplikasi milik pemerintah, seperti cekbansos.kemensos.go.id atau melalui aplikasi resmi dari Kementerian Sosial.
Baca juga: Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Penyaluran Bansos 2026
Bahaya Hoaks Terkait Bansos
Seiring dengan penyaluran bansos yang resmi, beredar berbagai informasi yang tidak benar atau menyesatkan. Contohnya:
Tautan palsu pendaftaran pencairan BLT Kesra yang disebutkan beredar di media sosial, padahal situs tersebut tidak resmi dan berpotensi digunakan untuk mengambil data pribadi warga.
Beberapa hoaks mengklaim bantuan dalam jumlah besar atau mekanisme pencairan melalui platform tertentu seperti Telegram yang sebenarnya tidak disahkan oleh pemerintah.
Informasi seperti ini bisa membuat warga bingung, bahkan berisiko menjadi korban penipuan atau penyalahgunaan data pribadi.
Imbauan Pemerintah dan Pihak Terkait
Pemerintah melalui aparat dan pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat:
Waspada terhadap informasi yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah, seperti akun atau laman palsu yang menyamar sebagai instansi terkait.
Jangan memberikan data pribadi atau melakukan pendaftaran bansos dari tautan yang tidak dikenal, karena ini bisa menjadi pintu masuk penipuan.
Selalu cek fakta melalui situs resmi pemerintah atau nomor kontak instansi terkait sebelum mempercayai atau meneruskan informasi bansos di media sosial.
Kerja sama masyarakat dalam melaporkan hoaks sangat penting untuk mempersempit ruang penyebaran informasi palsu.
Tips Mengenali Informasi Hoaks
Agar tidak mudah tertipu hoaks, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
Periksa alamat situs atau aplikasi — situs resmi pemerintah memiliki domain yang jelas seperti .go.id.
Cari pemberitaan dari media nasional terpercaya terkait program bansos terbaru.
Hindari memberikan data pribadi melalui tautan tak resmi yang menjanjikan bantuan besar.
Gunakan sumber resmi seperti situs Kemensos atau layanan resmi pemerintah untuk cek status bantuan.
Kesimpulan
Penyaluran bansos terbaru secara resmi merupakan langkah nyata pemerintah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, di era digital seperti sekarang ini, semakin banyak pihak yang menyebarkan informasi palsu yang bisa merugikan warga.
















