Banyak Keuntungannya! Ini Manfaat Menjadi Penerima Program PKH di Kota Medan
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di berbagai daerah, termasuk Kota Medan.
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah dan mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan.
PKH memberikan bantuan tunai kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain bantuan finansial, program ini juga dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Pemerintah memastikan bahwa penyaluran dana PKH dilakukan secara transparan dan langsung ke rekening penerima, melalui bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, serta Kantor Pos bagi penerima tanpa rekening.
Manfaat Program PKH untuk Keluarga Penerima
PKH bukan sekadar program bantuan tunai, melainkan juga instrumen pembangunan sosial yang mendorong perubahan perilaku masyarakat. Berikut beberapa manfaat utama yang dirasakan oleh para penerima program di Kota Medan:
- Meningkatkan Akses Pendidikan Anak
Bantuan PKH membantu orang tua memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka, mulai dari membeli perlengkapan belajar, membayar transportasi, hingga mendukung kegiatan pendidikan tambahan. Siswa dari keluarga penerima PKH memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat. - Mendukung Kesehatan Ibu dan Anak
Bagi keluarga dengan ibu hamil dan balita, PKH memberikan bantuan yang digunakan untuk pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan. Program ini mendorong ibu hamil agar rajin melakukan kontrol kehamilan dan memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. - Membantu Lansia dan Penyandang Disabilitas
Lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap dan penyandang disabilitas berat juga menjadi sasaran utama PKH. Mereka menerima bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan bergizi dan perawatan kesehatan.
Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Keluarga
Pemerintah melengkapi PKH dengan program pemberdayaan seperti PKH Graduasi Mandiri, di mana keluarga penerima yang sudah memiliki usaha kecil didorong untuk mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
Besaran Bantuan PKH 2025
Pada tahun 2025, besaran bantuan PKH diatur sesuai kategori penerima manfaat:
- Ibu hamil/nifas: Rp750.000 per triwulan
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750.000 per triwulan
- Anak SD/sederajat: Rp225.000 per triwulan
- Anak SMP/sederajat: Rp375.000 per triwulan
- Anak SMA/sederajat: Rp500.000 per triwulan
- Lansia dan penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per triwulan
Dana tersebut dikirim langsung ke rekening penerima dan dapat ditarik melalui ATM, agen bank, atau e-warong yang bekerja sama dengan bank penyalur.
Cara Mengecek Status Penerima PKH di Medan
Warga Medan dapat mengecek apakah mereka terdaftar sebagai penerima PKH dengan langkah-langkah berikut:
- Buka situs https://cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data sesuai KTP seperti nama lengkap, provinsi, kabupaten/kota (Medan), kecamatan, dan kelurahan.
- Ketik kode captcha sesuai yang tampil.
- Klik tombol “Cari Data”.
- Sistem akan menampilkan hasil status penerima, jenis bantuan, dan tahap pencairannya.
Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan Aplikasi Cek Bansos Kemensos untuk mendapatkan notifikasi otomatis ketika dana telah masuk rekening.
Dampak Nyata PKH di Lapangan
Sejak dijalankan di Kota Medan, PKH terbukti memberikan dampak sosial yang signifikan.
Banyak keluarga penerima manfaat yang kini mampu menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi dan meningkatkan taraf hidupnya.
Pendamping sosial PKH di tiap kecamatan aktif melakukan edukasi agar penerima bantuan menggunakan dana secara bijak.
Pemerintah juga terus memperbarui data penerima melalui DTSEN untuk memastikan penyaluran bantuan tetap tepat sasaran dan transparan.
Program PKH tidak hanya membantu masyarakat miskin secara finansial, tetapi juga membangun kesadaran pentingnya pendidikan, kesehatan, dan tanggung jawab sosial dalam keluarga.
















