Bau mulut atau halitosis sering dianggap masalah sepele. Padahal, kondisi ini bisa menurunkan rasa percaya diri dan menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Bau mulut tidak selalu disebabkan oleh makanan atau kurang sikat gigi. Dalam banyak kasus, penyebabnya justru berasal dari masalah medis.
Dilansir dari Hermina Hospital penyebab bau mulut dan radang tenggorokan yang sering tidak disadari, cara mengetahuinya, serta langkah penanganan yang bisa dilakukan.
Penyebab Bau Mulut
Bau mulut dapat muncul karena berbagai faktor. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
Kebersihan mulut yang kurang terjaga
Sisa makanan yang tertinggal di gigi dan lidah dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Bakteri ini menghasilkan zat berbau tidak sedap. Selain itu, radang gusi juga sering memicu bau mulut akibat infeksi pada jaringan gusi.
Radang tenggorokan dan infeksi saluran napas
Radang tenggorokan, amandel, atau sinus dapat menyebabkan penumpukan lendir. Lendir yang terinfeksi bakteri biasanya menimbulkan bau tidak sedap pada napas. Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya terlihat ringan.
Penyakit tertentu
Beberapa penyakit dapat memengaruhi aroma napas. Diabetes yang tidak terkontrol bisa menimbulkan bau khas seperti aseton. Gangguan hati dan ginjal juga dapat berdampak pada bau mulut. Dalam kasus langka, bau mulut berkepanjangan dapat menjadi tanda kanker mulut atau tenggorokan.
Pola makan dan kebiasaan buruk
Makanan seperti bawang putih dan bawang merah dapat menyebabkan bau mulut sementara. Konsumsi kopi dan alkohol juga bisa memperparah kondisi ini. Merokok menjadi salah satu penyebab utama bau mulut karena merusak jaringan mulut dan gusi.
Mulut kering
Produksi air liur yang berkurang membuat mulut menjadi kering. Padahal, air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan bakteri. Tanpa air liur yang cukup, bau mulut lebih mudah muncul.
Cara Mengetahui Penyebab Bau Mulut
Untuk mengetahui penyebab bau mulut, dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan langsung. Dokter akan menilai kondisi gigi, gusi, lidah, dan tenggorokan.
Jika diperlukan, pemeriksaan darah atau tes penunjang lain dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit tertentu.
Cara Mengatasi Bau Mulut
Penanganan bau mulut harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Menjaga kebersihan mulut adalah langkah utama. Menyikat gigi secara rutin, membersihkan lidah, dan menggunakan benang gigi sangat dianjurkan. Pemeriksaan gigi secara berkala juga penting untuk mencegah masalah berulang.
Jika bau mulut disebabkan infeksi, pengobatan medis perlu dilakukan sesuai anjuran dokter. Penderita diabetes juga perlu menjaga kadar gula darah agar kondisi tidak memburuk.
Perubahan gaya hidup turut berperan besar. Menghindari rokok, memperbanyak minum air putih, serta membatasi makanan pemicu bau dapat membantu menjaga napas tetap segar.
Penggunaan obat kumur antibakteri dan permen karet tanpa gula dapat digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti perawatan utama.
Kesimpulan
Bau mulut dan radang tenggorokan bukan masalah sepele. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu ditangani. Dengan perawatan yang tepat dan pemeriksaan rutin, bau mulut dapat dikendalikan dan dicegah.
Jika keluhan bau mulut berlangsung lama atau semakin mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi. Sahabat Hermina dapat memeriksakan diri ke RS Hermina Ciruas bersama drg. Vilia Wibianty, Sp.Perio untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
















