Kelebihan Dan Tantangan Besin Etanol Untuk Kendaraan Modern
Bensin etanol membantu kurangi emisi dan hemat energi. Pelajari kelebihan, tantangan, dan dampaknya untuk kendaraan modern di Indonesia.
Baca juga: Apakah Pertalite Memiliki Kandungan Etanol
Apa Itu Bensin Etanol Dan Mengapa Semakin Populer?
Etanol kini jadi pembahasan hangat di dunia otomotif. Campuran ini menggabungkan bensin murni dengan etanol dari bahan nabati seperti tebu, jagung, atau singkong.
Etanol berasal dari proses fermentasi, menjadikannya bahan bakar terbarukan. Karena itu, etanol sering dianggap sebagai solusi ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.
Jenis Campuran Bensin Etanol
Campuran bensin dan etanol diberi kode dengan huruf E diikuti angka persentase etanol di dalamnya:
- Jenis Campuran E10: Kandungan etanol 10%, umum digunakan dan aman untuk mesin modern
- Jenis Campuran e20: Kandungan etanol 20%, butuh mesin yang kompatibel
- Jenis Campuran E30+: Kandungan etanol 30% ke atas, hanya untuk kendaraan flex-fuel.
Sebagian besar kendaraan modern sudah siap menggunakan E10, termasuk motor dan mobil keluaran setelah 2010.
Manfaat Etanol Untuk Lingkungan Dan Ekonomi.
Bensin etanol punya beberapa manfaat penting. Salah satunya adalah membatu menurunkan emisi karbon dan mendorong pengguna energi terbarukan.
Tanaman bahan baku etanol menyerap karbon selama tumbuh, membantu menyeimbangkan emisi yang dihasilkan saat pembakaran.
Hal ini membuat bensin etanol lebih bersih dibanding bensin biasaa.
Performa Mesin Dengan Campuran Etanol
Pengguna etanol E10 terbukti aman untuk mesin modern. Berbagai peneliti menunjukan bahwa etanol dengan kadar rendah tidak merusak komponen mesin.
Beberapa studi seperti dari Applied Energy 2007 dan Energy Conversion and Management 2009 mencatat hasil yang postitif:
- Emisi gas buang CO dan HC turun hingga 10%
- Konsumsi bahan bakar meningkat sedikit, sekitar 2-3%
- Tidak ada kerusakan berarti pada komponen logam atau karet.
Pengaruh Bensin Etanol Terhadap Material Mesin
Riset dari SAE dan NREL menunjukkan bahwa komponen seperti pipa aluminium, tangki baja, dan karet sintetis aman digunakan sampai E10.
Namun pada campuran E20 ke atas, beberapa bahan karet biasa bisa mengembang dan retak.
Tantangan lain ada pada distribusi. Etanol sulit disimpan di sistem pipa tradisional karena daya serap airnya tinggi, sehingga butuh infrastruktur khusus.
Kesimpulan
Etanol berberan dalam mendorong transisi energi hijau melalui campurannya dalam bahan bakar kendaraan, meskin ada tantangan seperti potensi dampak lingkungan dan masalah pajak.

















