Medan – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) segera menyalurkan 1.405 ton jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk peternak ayam pedaging dan petelur skala mikro, kecil, dan menengah. Penyaluran ditargetkan mulai Oktober 2025, sambil menunggu keputusan pusat terkait tambahan kuota nasional.
Jagung SPHP Disalurkan untuk 70 Peternak Mandiri di Empat Kabupaten Sumut
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan jagung SPHP tersebut akan disalurkan kepada sekitar 70 peternak mandiri yang tersebar di Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Simalungun, dan Serdang Bedagai. Keempat daerah itu merupakan sentra produksi ayam dan telur yang memasok kebutuhan di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Selain distribusi SPHP, Bulog Sumut juga mencatat sudah menyerap 750 ton jagung pipil dari petani lokal sejak Januari hingga awal Oktober 2025. Penyerapan ini dilakukan di sejumlah kabupaten seperti Langkat, Karo, Labuhanbatu, Asahan, dan Deli Serdang, untuk mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan pakan.
Baca Juga :Beras Murah di Medan: BBN Indonesia Salurkan 5 Ton untuk Warga, Cek Lokasi dan Syaratnya
Sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga jagung SPHP ditetapkan Rp5.500 per kilogram. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp78 miliar untuk program ini.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menegaskan kebijakan ini bertujuan menyeimbangkan harga jagung di tingkat petani maupun peternak agar kedua pihak tidak dirugikan.
Program penyaluran jagung SPHP merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya melindungi petani jagung sekaligus membantu peternak kecil agar tidak terbebani harga pakan tinggi.
Dengan penyaluran ini, diharapkan harga ayam dan telur di Sumut tetap stabil serta pasokan pangan masyarakat lebih terjaga

















