Selasa, 3 Februari 2026
Medan Aktual
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan Aktual
No Result
View All Result
Home Artikel

Cara Membuat Kerangka Pemikiran Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Riyan by Riyan
4 Januari 2026
in Artikel, Informasi, Pendidikan
0
Cara Membuat Kerangka Pemikiran Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Cara Membuat Kerangka Pemikiran Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

189
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Cara Membuat Kerangka Pemikiran Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Kerangka pemikiran merupakan fondasi penting dalam sebuah penelitian ilmiah. Melalui kerangka pemikiran, peneliti menunjukkan alur logis yang menghubungkan teori, variabel, serta fenomena yang diteliti.

Tanpa kerangka pemikiran yang jelas, penelitian berisiko kehilangan arah dan sulit dipahami oleh pembaca maupun penguji. Baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif sama-sama membutuhkan kerangka pemikiran, meskipun pendekatan dan bentuk penyajiannya berbeda.

Bagi mahasiswa dan peneliti pemula, menyusun kerangka pemikiran sering kali terasa rumit. Padahal, jika dipahami langkah-langkahnya, proses ini dapat dilakukan secara sistematis dan terstruktur.

Kerangka pemikiran bukan sekadar gambar atau bagan, melainkan penjelasan runtut tentang cara peneliti memandang masalah dan merumuskan jawaban ilmiah.



Memahami Fungsi Kerangka Pemikiran dalam Penelitian

Kerangka pemikiran berfungsi sebagai peta konsep penelitian. Melalui kerangka ini, peneliti menjelaskan hubungan antar konsep atau variabel yang menjadi fokus kajian. Kerangka pemikiran juga membantu memperjelas posisi penelitian dalam khazanah keilmuan yang sudah ada.

Dalam penelitian kuantitatif, kerangka pemikiran biasanya menggambarkan hubungan sebab-akibat antar variabel yang dapat diukur. Sementara itu, dalam penelitian kualitatif, kerangka pemikiran berperan sebagai panduan analisis dalam memahami makna, proses, atau fenomena sosial secara mendalam.



Mengidentifikasi Masalah Penelitian Secara Spesifik

Langkah awal dalam menyusun kerangka pemikiran adalah mengidentifikasi masalah penelitian. Masalah yang dirumuskan harus jelas, fokus, dan relevan dengan bidang keilmuan yang dikaji. Masalah inilah yang akan menentukan arah teori, variabel, dan metode penelitian.

Peneliti perlu membaca berbagai sumber referensi untuk memastikan bahwa masalah yang diangkat memiliki dasar ilmiah yang kuat. Dengan masalah yang spesifik, kerangka pemikiran akan lebih mudah disusun dan tidak melebar ke topik yang tidak relevan.



Mengkaji Teori dan Penelitian Terdahulu

Teori dan hasil penelitian terdahulu menjadi bahan utama dalam membangun kerangka pemikiran. Peneliti perlu mengidentifikasi konsep-konsep kunci yang berkaitan dengan masalah penelitian. Konsep tersebut kemudian disusun secara logis untuk membentuk alur berpikir yang runtut.

Pada penelitian kuantitatif, kajian teori biasanya berfokus pada definisi variabel, indikator pengukuran, serta hubungan antar variabel. Sementara itu, penelitian kualitatif lebih menekankan pada perspektif teoretis yang membantu memahami konteks dan makna suatu fenomena.

Menentukan Variabel dan Konsep Penelitian

Dalam penelitian kuantitatif, penentuan variabel menjadi langkah krusial. Peneliti harus membedakan variabel bebas, variabel terikat, serta variabel intervening atau moderasi jika ada. Setiap variabel perlu didefinisikan secara operasional agar dapat diukur secara objektif.

Berbeda dengan kuantitatif, penelitian kualitatif lebih menekankan pada konsep dan kategori analisis. Konsep ini bersifat fleksibel dan dapat berkembang selama proses pengumpulan data. Meski demikian, peneliti tetap perlu menjelaskan fokus konsep agar analisis tetap terarah.



Menyusun Alur Logis Hubungan Antar Variabel atau Konsep

Kerangka pemikiran yang baik selalu menampilkan alur logis. Dalam penelitian kuantitatif, alur ini biasanya menggambarkan bagaimana variabel bebas memengaruhi variabel terikat berdasarkan teori tertentu. Hubungan tersebut harus disertai dengan penjelasan rasional yang didukung referensi ilmiah.

Pada penelitian kualitatif, alur logis lebih bersifat naratif. Peneliti menjelaskan bagaimana suatu fenomena dipahami melalui interaksi berbagai faktor sosial, budaya, atau psikologis. Alur ini membantu pembaca memahami sudut pandang peneliti terhadap fenomena yang dikaji.

Merumuskan Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian

Kerangka pemikiran dalam penelitian kuantitatif biasanya diakhiri dengan perumusan hipotesis. Hipotesis merupakan dugaan sementara yang akan diuji secara empiris melalui data. Setiap hipotesis harus memiliki dasar teori yang jelas dan dapat diuji secara statistik.

Sebaliknya, penelitian kualitatif tidak menggunakan hipotesis, melainkan pertanyaan penelitian. Pertanyaan ini bersifat eksploratif dan terbuka, bertujuan untuk menggali makna dan proses secara mendalam. Kerangka pemikiran membantu memastikan bahwa pertanyaan penelitian tetap relevan dengan fokus kajian.



Menyajikan Kerangka Pemikiran dalam Bentuk Narasi dan Bagan

Kerangka pemikiran dapat disajikan dalam bentuk narasi, bagan, atau kombinasi keduanya. Narasi berfungsi untuk menjelaskan alur berpikir secara detail, sedangkan bagan membantu memvisualisasikan hubungan antar variabel atau konsep.

Dalam penelitian kuantitatif, bagan kerangka pemikiran sering menampilkan panah yang menunjukkan arah pengaruh antar variabel. Pada penelitian kualitatif, bagan dapat berupa peta konsep yang menggambarkan keterkaitan antar tema utama.



Menjaga Konsistensi dengan Metode Penelitian

Kerangka pemikiran harus selaras dengan metode penelitian yang dipilih. Ketidaksesuaian antara kerangka pemikiran dan metode dapat menimbulkan kebingungan dalam analisis data. Oleh karena itu, peneliti perlu memastikan bahwa kerangka pemikiran mendukung teknik pengumpulan dan analisis data yang digunakan.

Konsistensi ini menunjukkan bahwa penelitian dirancang secara matang dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kesimpulan

Membuat kerangka pemikiran penelitian kuantitatif dan kualitatif memerlukan pemahaman teori, ketelitian, serta alur berpikir yang logis. Dengan mengidentifikasi masalah secara tepat, mengkaji teori relevan, serta menyusun hubungan antar konsep secara sistematis, peneliti dapat membangun kerangka pemikiran yang kuat.

Kerangka pemikiran yang jelas tidak hanya memudahkan proses penelitian, tetapi juga meningkatkan kualitas karya ilmiah secara keseluruhan. Bagi mahasiswa dan peneliti, kemampuan menyusun kerangka pemikiran menjadi keterampilan penting yang akan menunjang keberhasilan penelitian.



Tags: cara membuat kerangka pemikirankerangka pemikiran penelitianmetodologi penelitianpenelitian kualitatifpenelitian kuantitatifskripsi dan tesis

Related Posts

Syarat Puasa dalam Islam: Ketentuan Sah dan Wajib yang Perlu Diketahui
Artikel

Umat Islam Dianjurkan Memperbanyak Doa di Malam Nisfu Syaban 2026

2 Februari 2026
Banyak Dilakukan Umat Islam, Ini Tujuan Membaca Yasin Tiga Kali di Malam Nisfu Syaban
Artikel

Banyak Dilakukan Umat Islam, Ini Tujuan Membaca Yasin Tiga Kali di Malam Nisfu Syaban

2 Februari 2026
Syarat Puasa dalam Islam: Ketentuan Sah dan Wajib yang Perlu Diketahui
Artikel

Syarat Puasa dalam Islam: Ketentuan Sah dan Wajib yang Perlu Diketahui

2 Februari 2026
Daftar Harga Baru BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Beberapa Daerah
Artikel

Daftar Harga Baru BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Beberapa Daerah

2 Februari 2026
BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung
Artikel

BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung

2 Februari 2026
Cek Harga Emas Antam Terbaru Secara Online, Ini Cara dan Ketentuannya
Artikel

Harga Emas Antam Bangkit Tajam! Naik Rp167 Ribu Setelah Terpuruk

2 Februari 2026
Next Post
Makna Makan Bersama dalam Budaya Masyarakat Medan

Makna Makan Bersama dalam Budaya Masyarakat Medan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

9 Juli 2025
BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

21 Juli 2025
Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

10 Juli 2025
Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

9 Juli 2025
Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

30 Juli 2025

EDITOR'S PICK

Cek Tahapan dan Jadwal Pencairan Bantuan KJP Plus Bulan Agustus 2025

Cek Tahapan dan Jadwal Pencairan Bantuan KJP Plus Bulan Agustus 2025

6 Agustus 2025

Ahok Mungkin Bebas Agustus 2018

5 April 2018
4 Alasan Mengapa Telur Lebih Baik Dikukus Daripada Direbus

4 Alasan Mengapa Telur Lebih Baik Dikukus Daripada Direbus

14 November 2025
Cek Bansos: Cara Cek Penerima PKH Tahap 4 2025

Cara Cek Bansos: Cara Cek Penerima PKH Tahap 4 2025

17 Oktober 2025

Redaksi Medanaktual.com
Jl. Gunung Mahameru No 3 Lantai 2
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Email : medanaktual.com@gmail.com

© 2025 Medanaktual.com

  • Berita
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.