Cara Memuliakan Ibu dalam Kehidupan Sehari-Hari Menurut Islam
Islam memberikan kedudukan istimewa kepada seorang ibu karena perannya yang tidak tergantikan dalam perjalanan hidup seorang anak. Sejak mengandung, melahirkan, menyusui, hingga membimbing, seorang ibu menghabiskan energi fisik dan emosional yang luar biasa.
Rasulullah SAW menegaskan hal ini ketika beliau menyebut kata “ibumu” sebanyak tiga kali sebelum menyebut “ayahmu”. Hadis tersebut menunjukkan betapa Islam mengangkat derajat seorang ibu dan mengajak anak-anaknya untuk memberikan penghormatan yang lebih besar setiap hari.
Pemuliaan ini bukan hanya berupa ucapan manis atau momen tertentu. Islam mengarahkan seorang muslim untuk mengekspresikan bakti kepada ibunya secara konsisten dalam keseharian.
Dengan begitu, hubungan antara ibu dan anak tidak berhenti pada ikatan biologis, tetapi berubah menjadi ladang pahala dan sumber keberkahan hidup.
Menunjukkan Kasih Sayang Melalui Sikap dan Perbuatan
Salah satu cara memuliakan ibu menurut Islam yaitu menunjukkan kasih sayang melalui tindakan sederhana. Banyak ibu yang merasa bahagia hanya dengan sapaan lembut, senyuman hangat, atau kalimat perhatian di pagi hari.
Ketika kita berbicara dengan nada rendah, memilih kata yang baik, dan menghindari ucapan yang menyakitkan, kita sudah menjalankan bagian dari adab yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Selain itu, kita bisa menawarkan bantuan tanpa menunggu ibu memintanya.
Mengambil alih pekerjaan rumah, menyiapkan keperluan harian, atau sekadar menemaninya saat ia terlihat lelah dapat menjadi bentuk kecil dari cinta yang besar. Islam memandang tindakan-tindakan sederhana ini sebagai amalan yang memiliki nilai ibadah, selama kita melakukannya dengan hati ikhlas.
Mengutamakan Ibu dalam Waktu dan Perhatian
Dalam kehidupan modern, waktu menjadi hal paling berharga namun sering terasa sangat terbatas. Meski begitu, seorang muslim tetap perlu mengutamakan ibunya dengan menyediakan waktu khusus untuk hadir di sisinya.
Kehadiran seorang anak dapat memberikan ketenangan luar biasa. Ibu merasa dihargai ketika kita menyempatkan diri berbicara dengannya, menemaninya berbelanja, atau sekadar menghabiskan waktu duduk bersama sambil mendengarkan curahan hatinya.
Mengutamakan ibu juga berarti melibatkan pendapatnya dalam keputusan penting. Ketika kita meminta nasihatnya, kita bukan hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga menguatkan hubungan emosional. Ibu merasa dibutuhkan, dan perannya tetap hidup dalam perjalanan kita meski kita sudah dewasa.
Membantu Ibu Tanpa Mengeluh
Membantu ibu merupakan bentuk ibadah yang mendatangkan pahala besar. Islam mendorong anak-anaknya untuk membantu tanpa mengeluh, tanpa memperlihatkan rasa berat hati, dan tanpa mengurangi nilai hormat.
Kita dapat menawarkan diri mengantarnya ke tempat tertentu, membersihkan rumah, atau menangani tugas-tugas yang membuatnya kelelahan. Sikap seperti ini tidak hanya meringankan beban ibu, tetapi juga mengajarkan kita pentingnya tanggung jawab.
Ketika kita membantu dengan tulus, ibu tidak hanya merasa terbantu tetapi juga merasa dihargai dan dicintai. Bentuk perhatian seperti ini sangat berarti bagi seorang ibu, terutama ketika usia mulai bertambah.
Mendoakan Ibu Setiap Waktu
Doa menjadi cara paling kuat untuk memuliakan ibu. Seorang anak yang saleh dapat menghadiahkan doa untuk ibunya setiap selesai salat. Ketika kita memohonkan kesehatan, keselamatan, panjang umur, dan keberkahan bagi ibu, kita sedang menanam kebaikan yang terus mengalir.
Bahkan saat kita berada jauh, doa mampu menjadi jembatan yang menghubungkan hati seorang anak dan ibunya. Islam menempatkan doa anak sebagai amalan yang tidak terputus, bahkan setelah seorang ibu meninggal dunia.
Dengan terus berdoa, kita menunjukkan bahwa cinta seorang anak kepada ibunya tidak berhenti pada keadaan atau jarak.
Menjaga Adab Berbicara dan Bersikap kepada Ibu
Cara lain untuk memuliakan ibu yaitu menjaga adab berbicara. Al-Qur’an melarang kita berkata kasar atau meninggikan suara kepada orang tua.
Kita perlu berbicara dengan lembut, menjawab dengan sopan, dan bersikap sabar meski ibu sedang dalam keadaan emosional atau sensitif. Terkadang, kesabaran kecil dari seorang anak mampu menenangkan hati ibu lebih daripada kalimat panjang.
Kesimpulan
Memuliakan ibu dalam Islam bukanlah tugas yang sulit, tetapi membutuhkan konsistensi dan ketulusan. Kita dapat melakukannya melalui ucapan lembut, bantuan penuh keikhlasan, waktu yang kita berikan, serta doa yang tidak pernah berhenti.
Dengan memuliakan ibu, kita sedang membuka pintu keberkahan dalam hidup, memperbaiki akhlak, dan menjalankan salah satu perintah Allah SWT yang paling agung. Bakti kepada ibu tidak akan pernah membuat kita rugi, justru menjadi sumber kebaikan yang mempengaruhi seluruh perjalanan hidup kita.

















