Cara Menulis Daftar Pustaka Otomatis Menggunakan Mendeley dan Zotero
Menulis skripsi, makalah, atau artikel ilmiah sering kali membuat mahasiswa pusing bukan karena isinya, tapi karena harus menulis daftar pustaka satu per satu.
Padahal, kalau salah titik atau koma saja, bisa bikin dosen pembimbing minta revisi. Nah, di era digital seperti sekarang, urusan sitasi dan daftar pustaka sebenarnya bisa lebih mudah dengan bantuan aplikasi seperti
Mendeley dan Zotero. Kedua aplikasi ini bisa membuat daftar pustaka otomatis, tinggal klik dan semua formatnya langsung rapi sesuai gaya yang kita pilih.
Jadi, waktu yang biasanya habis untuk menata referensi bisa dialihkan ke hal yang lebih penting: menulis isi tulisan dengan fokus dan tenang.
Apa Itu Mendeley dan Zotero?
Mendeley dan Zotero sama-sama aplikasi manajemen referensi yang membantu penulis mengelola kutipan dan daftar pustaka secara otomatis.
Keduanya bisa digunakan secara gratis, dan sudah kompatibel dengan berbagai program seperti Microsoft Word atau Google Docs.
Mendeley, yang dikembangkan oleh Elsevier, cocok bagi kamu yang sering membaca jurnal karena bisa langsung menyimpan referensi dari database ilmiah.
Sementara Zotero, aplikasi open source, lebih fleksibel untuk pengguna yang suka menyimpan referensi dari berbagai sumber, termasuk website dan berita online.
Dengan dua aplikasi ini, kamu tidak perlu lagi mengetik nama penulis, tahun, dan judul satu per satu, cukup klik “Add Citation” dan semua data akan muncul otomatis.
Langkah Mudah Menggunakan Mendeley
Untuk menggunakan Mendeley, kamu cukup membuat akun gratis di mendeley.com dan mengunduh aplikasinya.
Setelah terpasang, tambahkan plugin Mendeley ke Microsoft Word agar bisa digunakan langsung saat menulis. Kamu bisa menambahkan referensi dengan mengimpor file PDF jurnal atau dengan memasukkan data manual.
Saat menulis, klik tab “References” lalu pilih “Insert Citation”, ketik nama penulis atau judul, dan Mendeley akan langsung menampilkan daftar referensi yang tersedia.
Setelah semua kutipan selesai, tinggal pilih “Insert Bibliography”, dan daftar pustaka otomatis akan muncul sesuai gaya penulisan yang kamu tentukan, seperti APA, MLA, atau Harvard.
Cara Praktis Menulis Referensi dengan Zotero
Bagi kamu yang lebih suka aplikasi yang ringan dan bebas, Zotero bisa jadi pilihan utama. Cukup instal Zotero di komputer lalu tambahkan ekstensi Zotero Connector di browser.
Saat kamu menemukan artikel, buku, atau situs yang ingin disimpan, klik ikon Zotero di browser dan semua datanya otomatis tersimpan ke perpustakaan digital milikmu.
Ketika menulis di Word, kamu hanya perlu memilih sumber yang ingin dikutip lewat menu “Add/Edit Citation”. Zotero juga bisa menghasilkan daftar pustaka otomatis hanya dengan satu klik, lengkap dengan format yang kamu pilih.
Menariknya lagi, Zotero bisa disinkronkan ke cloud, jadi kamu tetap bisa mengakses daftar pustaka dari mana saja, bahkan lewat laptop lain.
Tips Memaksimalkan Penggunaan Mendeley dan Zotero
Agar hasil sitasi tetap rapi, pastikan setiap data referensi yang kamu tambahkan sudah lengkap dan benar, mulai dari nama penulis, tahun terbit, hingga judul artikel atau buku.
Jangan lupa menyesuaikan gaya penulisan daftar pustaka, karena setiap universitas bisa punya aturan berbeda. Aplikasi ini juga memungkinkan kamu membuat folder untuk memisahkan referensi sesuai topik atau proyek.
Kalau kamu sedang kerja kelompok, Mendeley dan Zotero bisa digunakan bersama lewat fitur “shared library”, sehingga semua anggota tim bisa menambahkan referensi secara kolaboratif.
Dengan begitu, pengerjaan tugas kelompok jadi lebih cepat dan rapi tanpa harus menunggu siapa yang bertugas menyusun daftar pustaka di akhir.
Kesimpulan
Menulis daftar pustaka kini bukan lagi tugas yang membingungkan atau memakan waktu lama. Dengan bantuan Mendeley dan Zotero, kamu bisa membuat daftar referensi otomatis yang rapi, akurat, dan sesuai standar akademik.
Aplikasi ini bukan hanya menghemat waktu, tetapi juga membantu kamu lebih fokus pada isi tulisan tanpa harus repot memeriksa format kutipan satu per satu.
Jadi, sebelum memulai tugas atau skripsimu, luangkan waktu sebentar untuk mengenal kedua alat ini. Setelah terbiasa, kamu akan sadar bahwa menulis daftar pustaka bisa jadi bagian paling mudah dari seluruh proses.
















