Cara Ubah Data BPJS Kesehatan: Nama, Alamat, dan Faskes
BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan yang memberikan perlindungan bagi masyarakat Indonesia. Namun, ada kalanya peserta perlu melakukan perubahan data, seperti nama, alamat, atau fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama yang dipilih. Perubahan data ini penting untuk memastikan layanan kesehatan tetap optimal dan sesuai dengan kondisi peserta. Oleh karena itu, memahami prosedur dan cara mengubah data BPJS Kesehatan dengan benar sangat diperlukan agar tidak mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan.
1. Mengapa Perubahan Data BPJS Kesehatan Diperlukan?
Perubahan data dalam BPJS Kesehatan dilakukan karena beberapa alasan, antara lain:
- Kesalahan data pribadi saat pendaftaran, seperti nama yang tidak sesuai dengan KTP.
- Perpindahan tempat tinggal, sehingga alamat peserta harus diperbarui.
- Ingin mengganti fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama karena alasan lokasi atau kualitas layanan.
- Perubahan status kepesertaan, misalnya dari pekerja penerima upah (PPU) ke mandiri atau sebaliknya.
2. Cara Mengubah Data BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan menyediakan beberapa metode bagi peserta yang ingin mengubah data mereka, yaitu melalui aplikasi Mobile JKN, layanan online BPJS, dan kunjungan langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Berikut langkah-langkahnya:
A. Melalui Aplikasi Mobile JKN
- Unduh dan instal aplikasi Mobile JKN di ponsel Anda melalui Play Store atau App Store.
- Login dengan akun BPJS Kesehatan, gunakan nomor kartu BPJS atau NIK.
- Pilih menu “Ubah Data Peserta” untuk melakukan perubahan data yang diperlukan.
- Pilih jenis data yang ingin diubah, seperti nama, alamat, atau faskes.
- Jika mengubah faskes, pastikan memilih faskes yang sesuai dengan wilayah domisili dan tersedia dalam sistem.
- Konfirmasi perubahan dan simpan data.
- Tunggu proses verifikasi dari BPJS Kesehatan, biasanya membutuhkan waktu beberapa hari kerja.
B. Melalui Kantor BPJS Kesehatan
Jika mengalami kendala dalam perubahan data secara online, peserta bisa datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan terdekat dengan membawa dokumen berikut:
- Kartu BPJS Kesehatan (fisik atau digital).
- KTP elektronik untuk validasi identitas.
- Kartu Keluarga (KK) untuk perubahan data keluarga.
- Dokumen pendukung, seperti surat pindah domisili atau surat keterangan dari faskes sebelumnya (jika mengubah faskes).
- Isi formulir perubahan data yang diberikan oleh petugas BPJS.
Setelah proses perubahan data selesai, peserta akan menerima konfirmasi dan data baru akan berlaku sesuai ketentuan yang berlaku.
C. Melalui Call Center atau Layanan Online
Bagi peserta yang ingin mengajukan perubahan data tanpa datang ke kantor, bisa menghubungi BPJS Kesehatan melalui:
- Call Center 165 untuk mengajukan perubahan dan mendapatkan informasi lebih lanjut.
- Chat Assistant JKN (CHIKA) di WhatsApp (0811-8750-400) atau Telegram (@BPJSKesehatanRI).
- Layanan Pandawa melalui nomor WhatsApp kantor cabang BPJS Kesehatan sesuai domisili peserta.
3. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengubah Data
- Perubahan faskes hanya bisa dilakukan setelah tiga bulan sejak pendaftaran atau perubahan terakhir.
- Perubahan data nama dan alamat harus sesuai dengan KTP yang terdaftar.
- Pastikan dokumen yang diperlukan lengkap agar proses berjalan lancar.
- Proses perubahan data biasanya membutuhkan waktu 1–7 hari kerja tergantung pada jenis perubahan yang dilakukan.
Mengubah data BPJS Kesehatan, seperti nama, alamat, dan fasilitas kesehatan, dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Mobile JKN, kantor BPJS Kesehatan, atau layanan online lainnya. Proses ini sangat penting untuk memastikan peserta tetap terdaftar dengan informasi yang akurat sehingga tidak mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan. Dengan memastikan data selalu diperbarui dan sesuai dengan kondisi terbaru, peserta dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan serta menghindari masalah administrasi yang dapat menghambat pelayanan medis. Selain itu, perubahan data yang dilakukan secara tepat waktu juga membantu BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih efisien dan tepat sasaran. Oleh karena itu, segera lakukan perubahan data jika diperlukan agar tetap mendapatkan manfaat penuh dari BPJS Kesehatan dan menikmati perlindungan kesehatan secara maksimal tanpa risiko terhambat akibat data yang tidak valid.

















