Cek PIP SD–SMA di Kota Medan: Cara Lihat Status Bantuan Pendidikan
Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan bagi anak-anak Indonesia melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
Pada November 2025 ini, siswa SD hingga SMA di Kota Medan bisa mulai mengecek status penerimaan bantuan pendidikan secara online.
Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar tidak ada anak yang putus sekolah karena kendala biaya.
PIP hadir untuk memastikan bahwa setiap pelajar, khususnya dari keluarga kurang mampu, memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.
Pemerintah mengajak seluruh orang tua dan siswa di Medan untuk segera memastikan status bantuan mereka aktif agar dana pendidikan bisa segera dicairkan.
Apa Itu Program Indonesia Pintar (PIP)?
Program Indonesia Pintar merupakan inisiatif pemerintah yang menyalurkan bantuan tunai kepada peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Bantuan ini disalurkan melalui Bank penyalur resmi seperti BRI dan BNI yang sudah bekerja sama dengan pemerintah.
Melalui PIP, siswa penerima manfaat akan mendapatkan bantuan dana pendidikan dengan besaran yang berbeda-beda berdasarkan jenjang sekolah, yaitu:
- SD/sederajat: sekitar Rp450.000 per tahun
- SMP/sederajat: sekitar Rp750.000 per tahun
- SMA/SMK/sederajat: sekitar Rp1.000.000 per tahun
Dana ini digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, membayar transportasi, serta mendukung kegiatan belajar siswa agar tetap bisa menempuh pendidikan tanpa hambatan finansial.
Siapa yang Bisa Menjadi Penerima PIP di Medan?
Pemerintah melalui Kemendikdasmen menetapkan bahwa penerima PIP berasal dari keluarga kurang mampu yang sudah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Selain itu, siswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara otomatis berhak menerima bantuan pendidikan ini.
Adapun kriteria penerima meliputi:
- Siswa berasal dari keluarga penerima bantuan sosial seperti PKH, BPNT, atau BLT.
- Siswa yang orang tuanya berpenghasilan rendah atau bekerja di sektor informal.
- Siswa yatim, piatu, atau yang tinggal di panti asuhan.
- Siswa yang terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Sekolah memiliki peran penting dalam membantu proses verifikasi dan pengusulan siswa calon penerima ke sistem PIP Kemendikdasmen.
Cara Cek Status Penerima Bantuan PIP
Warga Medan tidak perlu repot datang ke sekolah untuk mengecek status PIP. Pemerintah telah menyediakan layanan online yang bisa diakses langsung melalui situs resmi:
Berikut langkah-langkah pengecekannya:
- Buka situs resmi PIP Kemendikdasmen.
- Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), tanggal lahir, dan nama ibu kandung di kolom yang tersedia.
- Klik tombol “Cari”.
- Tunggu beberapa detik, sistem akan menampilkan informasi lengkap mengenai status bantuan.
Jika nama siswa tercantum sebagai penerima, maka dana bantuan akan ditransfer ke rekening yang sudah terdaftar di bank penyalur.
Sementara bagi siswa yang belum terdaftar, sekolah dapat membantu mengajukan ulang melalui Dinas Pendidikan Kota Medan.
Mekanisme Pencairan Dana PIP
Pencairan dana PIP di Medan dilakukan secara bertahap melalui bank penyalur yang telah ditunjuk pemerintah, seperti BRI dan BNI.
Penerima atau orang tua/wali dapat mencairkan dana dengan membawa dokumen berikut:
- Kartu Identitas (KTP atau Kartu Keluarga).
- Surat Keterangan dari sekolah sebagai penerima PIP.
- Buku tabungan atau nomor rekening yang terdaftar.
Bank akan memverifikasi data penerima sebelum mencairkan dana. Setelah proses selesai, dana bisa digunakan langsung untuk keperluan pendidikan.
Kesimpulan
Cek status bantuan pendidikan PIP sejak dini sangat penting agar siswa tidak kehilangan haknya.
Dengan sistem online yang kini lebih mudah diakses, warga Medan dapat melihat status penerimaan hanya dengan menggunakan NISN dan data pribadi sederhana.
Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk mendukung masa depan pendidikan anak-anak Indonesia.
Karena melalui Program Indonesia Pintar, pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada anak bangsa yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi.
















