Dana Bansos Tak Diambil Akan Ditarik Pemerintah, Rp 2,1 Triliun Mengendap di Rekening Tidak Aktif
Menteri Sosial Gus Ipul, menyampaikan bahwa dana bantuan sosial (bansos) yang belum dicairkan oleh penerima dalam jangka waktu tertentu akan otomatis ditarik kembali oleh pemerintah.
Langkah ini diambil setelah adanya temuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai dana bansos yang mengendap hingga Rp 2,1 triliun di rekening tidak aktif (rekening dormant).
“Jika dana bansos tidak dicairkan lebih dari 3 bulan 15 hari, maka secara otomatis akan dikembalikan ke kas negara,” ujar Gus Ipul saat berada di Kompleks Istana, Rabu (6/8/2025), dikutip dari Kompas.com.
Gus Ipul menegaskan bahwa bansos ditujukan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Oleh karena itu, dana seharusnya segera dimanfaatkan dan tidak dibiarkan mengendap terlalu lama di rekening.
Lebih dari 10 Juta Rekening Bansos Tidak Aktif Selama 3 Tahun
Berdasarkan data yang dirilis oleh PPATK, ditemukan lebih dari 10 juta rekening penerima bansos yang tidak aktif dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Dana yang masih tersimpan di rekening-rekening tersebut mencapai Rp 2,1 triliun.
Selain itu, terdapat juga sekitar 140 ribu rekening tidak aktif selama lebih dari 10 tahun, dengan total dana mencapai Rp 428,6 miliar.
Rekening-rekening tersebut dikategorikan sebagai rekening dormant, karena tidak menunjukkan aktivitas transaksi dan tidak diperbarui datanya oleh pemilik rekening.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena berisiko disalahgunakan, mengingat dana bansos seharusnya digunakan untuk kebutuhan masyarakat yang rentan secara ekonomi.
Pemerintah Siap Koordinasi dengan PPATK dan Himbara
Untuk mengatasi permasalahan rekening bansos tidak aktif ini, Gus Ipul menyatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan PPATK dan Bank Himbara.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa ke depan, penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran, dan tidak ada lagi dana yang dibiarkan mengendap.
“Kami akan terus berkoordinasi, termasuk dengan Himbara. Kami ingin memastikan agar bantuan sosial benar-benar tersalurkan dan tidak ada dana yang menggantung,” ucapnya.
















