Data Tidak Valid, KPM Bisa Kehilangan Hak Bansos 2025
Masalah data yang tidak valid ini sering terjadi akibat kesalahan identitas, perbedaan data kependudukan, hingga kelalaian penerima dalam memperbarui informasi pribadi.
Jika tidak segera diperbaiki, nama KPM bisa terhapus dari daftar penerima bansos Kemensos 2025.
Penyebab Data KPM Menjadi Tidak Valid
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan data penerima bansos 2025 menjadi tidak valid di sistem pemerintah:
a. Perubahan Status Kependudukan
Banyak KPM pindah alamat atau mengalami perubahan anggota keluarga tanpa melapor ke Dukcapil.
Akibatnya, NIK dan KK tidak cocok dengan data yang tersimpan di sistem Kemensos.
b. Kesalahan Input Data Saat Pendataan
Kadang petugas salah mencatat nama, tanggal lahir, atau NIK penerima. Kesalahan kecil ini bisa membuat data KPM tidak dikenali oleh sistem cekbansos.kemensos.go.id.
c. Tidak Melakukan Pembaruan Data Secara Berkala
Beberapa penerima menganggap datanya sudah aman dan tidak pernah memeriksa ulang. Padahal, pemerintah secara rutin memperbarui data untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
d. Rekening Penerima Tidak Aktif
Jika rekening BRI, BNI, atau Mandiri milik KPM tidak aktif lebih dari tiga bulan, dana bansos bisa tertahan atau dibatalkan.
Dampak Data Tidak Valid terhadap Penyaluran Bansos
Data yang tidak valid membuat sistem otomatis menonaktifkan penerima bansos 2025.
Ketika hal ini terjadi, KPM tidak akan mendapatkan dana dari program PKH, BPNT, atau BLT meskipun sebelumnya termasuk penerima aktif.
Selain itu, data tidak valid juga menyulitkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran. Karena itu, validasi dan pembaruan data menjadi langkah penting agar setiap bantuan tersalur sesuai kebutuhan masyarakat.
Cara Mengecek Validitas Data Bansos 2025
Setiap KPM bisa memeriksa sendiri apakah datanya masih aktif di sistem bansos 2025 dengan langkah-langkah berikut:
- Kunjungi situs resmi https://cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan.
- Ketik nama penerima sesuai KTP.
- Masukkan kode verifikasi yang muncul di layar.
- Klik “Cari Data”.
Sistem akan menampilkan status penerimaan bantuan. Jika data tidak ditemukan atau muncul keterangan tidak valid, berarti KPM harus segera memperbarui data di kelurahan atau pendamping sosial.
Langkah Perbaikan Data bagi KPM yang Tidak Valid
KPM yang mengalami kendala data tidak valid bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk mengembalikan haknya sebagai penerima bansos 2025:
- Datangi kantor desa atau kelurahan untuk meminta verifikasi ulang data.
- Bawa dokumen seperti KTP, KK, dan surat keterangan usaha jika diperlukan.
- Pastikan semua data di Dukcapil (nama, NIK, tanggal lahir, alamat) sudah benar dan sinkron.
- Aktifkan kembali rekening di bank penyalur jika sebelumnya diblokir.
Langkah proaktif ini bisa membantu KPM agar namanya kembali aktif di sistem bansos Kemensos 2025.
Pemerintah Dorong Validasi Data Secara Digital
Kementerian Sosial terus berupaya memperbaiki sistem agar kasus data tidak valid semakin berkurang.
Melalui integrasi data dengan Dukcapil dan Dinsos daerah, proses validasi kini lebih cepat dan akurat.
Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan digital seperti aplikasi Cek Bansos Kemensos agar bisa memantau status bantuan secara mandiri tanpa harus menunggu informasi dari perangkat desa.
Kesimpulan
Data yang tidak valid bisa membuat KPM kehilangan hak bansos 2025, meskipun sebelumnya tercatat sebagai penerima.
Karena itu, masyarakat harus aktif memeriksa dan memperbarui data kependudukan di Dukcapil serta memastikan informasi di DTKS Kemensos selalu akurat.

















