Dulu Disebut Smart Kampung, Kini Banyuwangi Jadi Contoh Nasional Bansos Digital
Dulu Disebut Smart Kampung, Kini Banyuwangi Jadi Contoh Nasional Bansos Digital. Kabupaten Banyuwangi secara resmi diangkat oleh Pemerintah Pusat sebagai Proyek Percontohan dalam Program Digitalisasi Bangsa Indonesia. Banyuwangi berhasil meraih kemenangan melawan 514 Kabupaten/Kota yang ada di seluruh Indonesia.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, sangat bersyukur atas pemilihan Banyuwangi. Ia percaya bahwa usaha Banyuwangi untuk mengimplementasikan digitalisasi di berbagai program selama beberapa tahun terakhir menjadi faktor penting yang membuat Banyuwangi terpilih.
“Kenapa Banyuwangi? Dari 514 daerah. Karena Banyuwangi dinilai memenuhi syarat di mana seluruh desa di sini sudah terhubung dengan fiber optic. Jadi untuk mendigitalisasi data sesuai kebutuhan pemerintah pusat, Banyuwangi sangat siap,” kata dia dalam acara Bincang Liputan6, Selasa (14/10/2025).
Ipuk menyadari banyak masyarakat yang mengeluhkan Bantuan Sosial (Bansos) yang kurang tepat sasaran. Ia berharap dengan adanya digitalisasi, penyaluran bansos dapat lebih akurat, khususnya di Kabupaten Banyuwangi.
“Dengan adanya digitalisasi ini, Insya Allah penyalurannya akan lebih tepat sasaran, bermanfaat, dan juga dapat diaudit dengan baik,” ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani blak-blakan soal inovasi Banyuwangi yang kini menjadi daerah percontohan nasional untuk digitalisasi bansos.
Dalam wawancara bersama Liputan6, Ipuk menjelaskan bahwa program seperti Smart Kampung dan B1ID berbasis NIK telah lama dijalankan untuk menangani kemiskinan secara akurat dan transparan.
Banyuwangi dianggap siap karena seluruh desa sudah tersambung jaringan fiber optic, menjadikannya ideal sebagai pilot project nasional.
Digitalisasi bansos tak hanya menyasar masyarakat melek teknologi, tapi juga menjangkau pedalaman lewat agen desa. Lewat pendekatan kolaboratif dan program unggulan seperti Bunga Desa, Rantang Kasih, serta Banyuwangi Berbagi, Ipuk menunjukkan kepemimpinan yang menyentuh akar permasalahan sosial.
Banyuwangi juga menjaga geliat pariwisata dan UMKM di tengah efisiensi anggaran, sambil terus mengembangkan event-event khas seperti Gandrung Sewu dan Banyuwangi Festival yang mengangkat potensi budaya lokal.
Di bawah kepemimpinan Ipuk, Banyuwangi tak hanya bergerak, tapi juga memberi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun dengan semangat gotong royong, inovasi, dan digitalisasi yang inklusif.
Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/6188000/gebrakan-banyuwangi-dari-smart-kampung-hingga-jadi-pilot-project-digitalisasi-bansos-nasional
















