PSMS Medan menegaskan kesiapan mental jelang laga derby menghadapi Garuda Yaksa di lanjutan kompetisi Liga 2 Pegadaian. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu menekankan pentingnya menjaga fokus dan menekan euforia agar tidak lengah dalam persaingan grup yang ketat.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menilai setiap pertandingan di fase ini memiliki tingkat kesulitan yang sama dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan penuh meski tim sedang berada dalam tren positif.
“Itu yang saya bilang di awal, bahwa di grup kita itu bisa saling mengalahkan, bisa saling dikalahkan,” ungkapnya.
Menurutnya, fokus menjadi kunci utama agar PSMS Medan tidak terpeleset di tengah persaingan yang ketat. Ia mengingatkan para pemain agar menjaga konsentrasi sejak awal hingga akhir laga.
“Makanya kita harus aware, kita harus fokus. Tren positif ini ya kita jaga, kita terus berproses, kita jaga,” ujarnya.
Eko juga menegaskan bahwa kemenangan pada laga sebelumnya tidak boleh membuat pemain terlena. Ia menekankan bahwa euforia harus segera diakhiri demi menjaga konsistensi performa tim.
“Dan saya bilang ke pemain, euforia selesai. Kenapa? Karena pesaing-pesaing kita ini bisa menyalip kita, bisa mengalahkan kita
kalau kita enggak aware dan enggak fokus,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menanamkan pola pikir bahwa setiap laga adalah derby yang menuntut keseriusan penuh. Mentalitas ini dinilai penting agar PSMS Medan selalu tampil maksimal di setiap pertandingan.
“Makanya kita setiap pertandingan itu ‘derby’ saya bilang. Lawan Persiraja kemarin, kita setiap pertandingan derby, enggak hanya lawan Persiraja,” jelasnya.
Tambahan motivasi juga dirasakan tim usai meraih dua kemenangan beruntun. Namun, Eko menegaskan capaian tersebut harus dijadikan dorongan, bukan beban.
“Alhamdulillah dengan dua match enam poin, menambah motivasi tersendiri buat semua pemain, bukan hanya 11 pemain,” pungkasnya.
















