Geopark Kaldera Toba Dapatkan Kartu Hijau UNESCO Global Geopark 2025
Geopark Kaldera Toba berhasil memperoleh kembali status Kartu Hijau dari UNESCO Global Geopark pada tahun 2025. Status ini merupakan penilaian terbaik dalam jaringan UNESCO Global Geopark dan memberikan pengakuan istimewa selama empat tahun ke depan. Prestasi ini menunjukkan dedikasi pengelola dan dukungan berbagai pihak dalam melestarikan serta mengembangkan warisan geologi, alam, dan budaya di sekitar Danau Toba.
Sidang Eksekutif Global Geopark Network 2025
Pengumuman tentang pemberian Kartu Hijau kepada Geopark Kaldera Toba disampaikan dalam Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network yang berlangsung di Kutralkura, La Araucanía, Chile pada tanggal 6 September 2025. Dalam sidang tersebut, Indonesia berhasil mempertahankan status UGGp untuk Geopark Kaldera Toba, serta juga untuk Ciletuh-Palabuhan Ratu dan Rinjani.
Apa Itu Kartu Hijau UNESCO Global Geopark?
UNESCO Global Geopark memberikan dua kategori utama saat revalidasi: Kartu Hijau untuk geopark yang dikelola dengan baik, dan Kartu Kuning untuk geopark yang memerlukan perbaikan substansial.
Dengan sukses meraih Kartu Hijau, Geopark Kaldera Toba menunjukkan kemampuannya dalam mengimplementasikan rekomendasi dari asesor UNESCO sebelumnya. Oleh karena itu, status ini sangat penting untuk mempertahankan reputasi internasional kawasan Toba.
Proses Pemulihan Status Green Card UNESCO Kaldera Toba
Pada tahun 2023, Geopark Kaldera Toba mendapatkan Kartu Kuning dari UNESCO. Status tersebut mengindikasikan adanya peringatan terkait pengelolaan area yang belum memenuhi beberapa standar internasional. Akibatnya, pengelola melakukan berbagai upaya perbaikan.
Pengelolaan difokuskan pada perawatan geosite, peningkatan fasilitas wisata, pendidikan masyarakat, dan keterlibatan masyarakat lokal. Usaha ini terbukti berhasil, karena pada Juli 2025, UNESCO melakukan revalidasi dan mengembalikan status Green Card kepada Geopark Kaldera Toba.
Manfaat Status Kartu Hijau untuk Geopark Kaldera Toba
Dampak terhadap Pariwisata dan Lingkungan
Saat Geopark Kaldera Toba menerima Kartu Hijau, pariwisata di area Danau Toba semakin meningkat. Wisatawan asing lebih yakin untuk mengunjungi destinasi yang sudah diakui secara global. Selain itu, status ini mendorong pengelola agar lebih menjaga lingkungan. Dengan demikian, keberadaan geosite, hutan, dan budaya lokal dapat tetap terjaga serta memberikan nilai tambah.
Manfaat Ekonomi dan Sosial
Geopark Kaldera Toba tidak hanya memberikan keuntungan bagi lingkungan, tapi juga bagi perekonomian. Melalui geowisata, masyarakat setempat dapat membuka homestay, menjual kerajinan, dan menyediakan kuliner khas.
Di sisi lain, status internasional ini meningkatkan rasa bangga masyarakat setempat. Misalnya, sekolah-sekolah di sekitar Toba kini lebih sering menyelenggarakan program edukasi tentang geologi dan budaya.
Kolaborasi dan Dukungan Pihak Terkait
Keberhasilan Geopark Kaldera Toba dalam memperoleh Kartu Hijau adalah hasil dari kerjasama semua pihak. Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi SumateraUtara, dan pemerintah daerah di sekitar Kaldera Toba secara aktif memberikan dukungan. Tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan juga berperan dalam menjaga dan mengelola area agar sesuai dengan standar UNESCO.
Tantangan dan Harapan ke Depannya untuk Geopark Kaldera Toba
Walaupun Geopark Kaldera Toba berhasil mendapatkan Kartu Hijau, UNESCO tetap memberikan beberapa catatan. Rekomendasi ini mencakup peningkatan promosi, keterlibatan generasi muda, dan penambahan fasilitas edukasi.
Karena itu, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan harus berkolaborasi. Geopark Kaldera Toba akan dapat mempertahankan statusnya jika ada komitmen bersama untuk menjaga lingkungan, budaya, dan pariwisata.















