Dinas Perhubungan Kota Medan terus mengintensifkan penertiban juru parkir liar sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak terkecoh oleh karcis dan atribut parkir palsu yang kerap digunakan oknum tidak bertanggung jawab.
Selain melakukan penindakan di lapangan, Dinas Perhubungan Kota Medan juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengenali perbedaan antara juru parkir resmi dan juru parkir liar. Pasalnya, praktik pemalsuan atribut parkir seperti bet dan karcis masih sering ditemukan saat razia berlangsung.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (PP&K) Dishub Medan, Richard Medy Simatupang, menjelaskan bahwa dalam penertiban yang dilakukan, petugas mendapati sejumlah pelanggaran yang berkaitan langsung dengan penggunaan atribut parkir yang tidak sah.
Yang pertama kami dapati jukir yang bet nya sudah mati, yang kedua dia menggunakan karcis palsu ada dua indikasi kami amankan kemarin,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/01/2026).
Richard menjelaskan, juru parkir resmi sejatinya wajib melengkapi diri dengan tiga atribut utama yang menjadi tanda legalitas dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Jukir itu ada 3 kelengkapan yang harus dilengkapi yang pertama harus menggunakan rompi, yang kedua dia harus memakai bet, sama karcis,” jelasnya.
Menurutnya, bet parkir menjadi salah satu indikator paling mudah dikenali oleh masyarakat. Di dalam bet tersebut tercantum berbagai informasi penting yang tidak bisa dipalsukan secara sembarangan.
Bet tadi itu biasa isinya itu lokasi pengutipan liar jadi kalau jalannya tidak sesuai dia mengutip dia itu indikasi palsu bukan dari kita itu tidak benar,,” kata Richard.
Ia menambahkan, bet resmi juga memiliki masa berlaku yang jelas dan dapat dicek secara visual.
Terus masa berlakunya juga ada, ada disitu tanggal nya terbit sama tanggal matinya kapan sudah jelas, kemudian foto, foto si jukir tu ada minimal kalau fotonya gak ada namanya ada sama masa berlakunya sama cara parkirnya,” lanjutnya.
Tak hanya bet, karcis parkir juga menjadi komponen penting yang kerap dipalsukan oleh jukir liar. Dishub Medan menegaskan bahwa karcis resmi memiliki ciri khusus yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Yang kedua karcis. dari kita tu juga ada besaran 5 ribu untuk mobil dan 3 ribu untuk sepeda motor,” ungkapnya.
Richard menjelaskan bahwa karcis resmi telah diproduksi secara khusus oleh pemerintah daerah sehingga memiliki tekstur tertentu.
Nah karcis yang asli itu karcis yang sudah di korporasi oleh Pemda, jadi kalau kita masyarakat yang memastikan tiket karcis itu asli atau palsu bisa di raba kalau terasa dia seperti bolong bolong sudah di korporasi berarti itu asli,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti terhadap detail visual pada karcis parkir.
“Banyak juga indikasi pemalsuan itu gambar nya gak sesuai dengan Perda parkirnya atau rupiahnya atau besaran tarif nya gak sesuai,” pungkas Richard.
Banyak juga indikasi pemalsuan itu gambar nya gak sesuai dengan Perda parkirnya atau rupiahnya atau besaran tarif nya gak sesuai,” pungkas Richard.
















