Jejak Sejarah Istana Maimun Medan, Simbol Kejayaan Melayu Deli
Istana Maimun berdiri megah di Jalan Brigjend Katamso, Medan, sebagai simbol kejayaan Kesultanan Deli yang masih terjaga hingga kini.
Dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, istana ini menjadi saksi perjalanan sejarah Melayu Deli yang penuh dengan nilai budaya dan kekuatan politik.
Kesultanan Deli lahir pada tahun 1632 ketika Tuanku Panglima Gocah Pahlawan, utusan Aceh, mengambil alih wilayah Aru sebagai wakil Sultan Iskandar Muda.
Ia menetapkan himself sebagai raja pertama, menandai lahirnya Kesultanan Deli sebagai kekuatan politik tersendiri di kawasan timur Sumatera.
Arsitektur yang Memukau
Pengunjung bisa melihat keunikan arsitektur Istana Maimun yang memadukan gaya Melayu, Islam, India, Italia, dan Spanyol.
Paduan ini menjadikan istana sebagai bangunan bersejarah yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki makna filosofis. Warna kuning keemasan yang mendominasi menjadi lambang kebesaran dan keagungan Melayu.
Koleksi Sejarah yang Terawat
Di dalam istana, wisatawan bisa menjelajahi ruang-ruang yang masih terjaga dengan baik.
Kursi kerajaan, foto sultan, senjata kuno, hingga peninggalan bersejarah lainnya memberi gambaran jelas tentang kehidupan Kesultanan Deli.
Bahkan, beberapa ruangan terbuka untuk umum sehingga pengunjung bisa merasakan atmosfer istana kerajaan tempo dulu.
Deretan Sultan Deli dari Masa ke Masa
- Tuanku Panglima Gocah Pahlawan (1632–1669)
- Tuanku Panglima Perunggit (1669–1698)
- Tuanku Panglima Paderap (1698–1728)
- Tuanku Panglima Pasutan (1728–1761)
- Tuanku Panglima Gandar Wahid (1761–1805)
- Sultan Amaluddin Mangendar (1805–1850)
- Sultan Osman Perkasa Alam Shah (1850–1858)
- Sultan Mahmud Al Rashid Perkasa Alamsyah (1858–1873)
- Sultan Ma’mun Al Rashid Perkasa Alamsyah (1873–1924)
- Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah (1924–1945)
- Sultan Osman Al Sani Perkasa Alamsyah (1945–1967)
- Sultan Azmy Perkasa Alam Alhaj (1967–1998)
- Sultan Otteman Mahmud Perkasa Alam (1998–2005)
- Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam (2005–sekarang)
Kesimpulan
Istana Maimun bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan simbol identitas budaya yang menegaskan kejayaan Kesultanan Melayu Deli pada masa lampau.
Dengan arsitektur megah yang memadukan gaya Melayu, Islam, Eropa, dan India, ditambah koleksi bersejarah yang sarat makna serta nilai budaya yang kental.
Istana ini menghadirkan pengalaman wisata yang bukan hanya indah secara visual, tetapi juga kaya wawasan sejarah, sehingga layak dikunjungi oleh siapa saja yang ingin memahami lebih dalam perjalanan sejarah Kota Medan sekaligus menyelami akar budaya masyarakat Melayu Deli

















