PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat kinerja positif pada layanan angkutan logistik sepanjang tahun 2025. Perusahaan ini berperan dalam menopang stabilitas ekonomi daerah melalui distribusi berbagai komoditas strategis, Sabtu (10/01/2026).
Sepanjang periode tersebut, KAI Divre I Sumatera Utara berhasil mengangkut total 683.957 ton komoditas unggulan. Komoditas yang didistribusikan meliputi BBM (Bahan Bakar Minyak), minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO), lateks, barang hantaran penumpang (BHP), peti kemas, serta muatan lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa pemindahan angkutan bermuatan besar ke moda kereta api memberikan dampak positif terhadap kondisi jalan raya.
“Pengalihan angkutan berat ke kereta api secara signifikan mampu menjaga umur pakai infrastruktur jalan raya karena beban muatan tidak lagi membebani jalur darat secara berlebih. Dengan berkurangnya volume kendaraan berat di jalan, potensi kerusakan jalan dapat diminimalisir sehingga turut membantu pemerintah dalam menghemat anggaran perbaikan jalan nasional,” ungkap Plt. Manager Humas Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo.
Sektor energi menjadi salah satu kontributor utama dalam kinerja angkutan barang KAI Divre I Sumut selama 2025. Hal tersebut tercermin dari peningkatan volume angkutan BBM dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang 2025, KAI Divre I Sumatera Utara mencatat total angkutan BBM mencapai 327.904 ton. Capaian ini tumbuh sebesar 13 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 290.596 ton.
Pelaksana Tugas Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa distribusi BBM melalui kereta api memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan energi. Selain itu, angkutan tersebut turut mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Angkutan BBM melalui kereta api memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi demi menjamin pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjadi motor penggerak dalam mempercepat pemulihan wilayah Sumatera Utara dan Aceh yang terdampak bencana banjir bandang melalui distribusi logistik yang cepat dan masif,” jelas Anwar.
Selain BBM, KAI Divre I Sumut juga melayani angkutan komoditas lainnya sepanjang 2025. Volume angkutan tersebut mencakup 238.518 ton peti kemas, 107.199 ton CPO, 2.974 ton lateks, 4.203 ton barang hantaran penumpang, serta 3.158 ton muatan lainnya.
Untuk jalur distribusi, angkutan BBM dilayani melalui relasi Labuan–Kisaran dan Labuan–Siantar. Sementara itu, angkutan CPO melayani relasi Rantau Prapat–Belawan serta pembongkaran ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Layanan peti kemas di Divre I Sumut mencakup relasi Belawan–Siantar dan Belawan–Kuala Tanjung. Seluruh layanan tersebut mendukung kelancaran rantai pasok industri di wilayah Sumatera Utara.
Sebagai moda transportasi logistik, kereta api memiliki berbagai keunggulan. Di antaranya kapasitas angkut besar, bebas kemacetan, waktu tempuh yang lebih terprediksi, tingkat keamanan tinggi, serta dikelola oleh sumber daya manusia profesional.
Pelaksana Tugas Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menambahkan bahwa efisiensi distribusi melalui jalur rel berdampak langsung terhadap daya saing produk daerah.
“Efisiensi biaya dan kelancaran suplai melalui jalur kereta api menjadi kunci utama dalam mendongkrak daya saing serta kepercayaan pasar global terhadap produk unggulan Sumatera Utara. Dengan menempatkan KAI sebagai urat nadi distribusi, Indonesia tidak hanya mengirimkan komoditas, tetapi juga mengirimkan pesan stabilitas dan profesionalisme ke panggung perdagangan dunia,” pungkas Anwar.
Ke depan, KAI Divre I Sumut berkomitmen memperluas kerja sama dengan pelaku usaha di Sumatera Utara. Langkah ini ditujukan untuk membangun sistem logistik yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.
















